Penyadang disabilitas didahulukan memilih di Mukomuko

Penyadang disabilitas didahulukan memilih di Mukomuko

KPU Kabupaten Mukomuko menggelar bimtek syarat pencalonan.(Foto Dok.Antarabengkulu,com)

Mukomuko (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan akan mendahulukan penyandang disabilitas “nyoblos” dalam memilih calon bupati dan wakil bupati di tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini.

“Kalau surat suara sama saja dengan yang lain, bedanya cuma terhadap tuna netra pakai alat bantu coblos/hurup brailed dan mereka di dahulukan dalam memilih di TPS daerah ini,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko Irsyad Kamarudin dalam keterangannya di Mukomuko, Selasa.

Ia mengatakan, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang akan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas dan mendahulukan mereka dalam menggunakan hak pilih di TPS.

Baca juga: KPU Bantul ingatkan KPPS agar dirikan TPS dapat diakses disabilitas

Ia mengatakan pemilih disabilitas didahulukan sesuai dengan jenis penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan dalam memberikan hak pilih saat pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 di TPS daerah ini.

“Misalnya banyak masyarakat pemilih yang antre untuk menggunakan hak pilih di TPS, maka yang diutamakan lebih awal menggunakan hak pilih ada pemilih disabilitas,” ujarnya.

Lembaganya menyediakan alat bantu yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di daerah ini.

Baca juga: KPU Bangka Barat siapkan pendamping untuk pemilih berkebutuhan khusus

Terkait dengan teknis dan tata cara penyandang disabilitas menggunakan hak pilih di TPS, ia mengatakan, lembaganya telah mensosialisasikan kepada masyarakat, termasuk tata cara pencoblosan berdasarkan protokol kesehatan.

“Kalau protokol kesehatan, siapa saja termasuk penyandang disabilitas saat melakukan pencoblosan tetap mengikuti protokol kesehatan secara umum seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 480 orang pemilih disabilitas di Pilkada tahun 2020. Ratusan pemilih pemula yang tersebar di 15 kecamata ini terdiri dari laki-laki sebanyak 232 orang dan perempuan sebanyak 248 orang.

Baca juga: KPU upayakan disabilitas salurkan hak pilih pada Pilkada 2020

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar