Imunisasi penting untuk cegah dampak lebih besar gangguan kesehatan

Imunisasi penting untuk cegah dampak lebih besar gangguan kesehatan

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes dr. H. Mohamad Subuh berbicara dalam dialog produktif bertema "Vaksinasi: Pencegahan dan Pengobatan", Jakarta, Selasa (1/12/2020). (ANTARA/Katriana)

Karena dia produk biologis, maka tentunya ada dua syarat utama yang harus sudah dipenuhi. Pertama adalah 'safety' atau keamanan, kemudian syarat kedua adalah syarat efikasi. Efikasi adalah efek maksimal
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan imunisasi sebagai kebutuhan penting dilakukan masyarakat untuk mencegah dampak gangguan kesehatan yang lebih besar dan kemungkinan biaya pengobatan yang lebih mahal.

"Dari sisi ekonomi kesehatan, vaksin ini 'externality positive'-nya sangat besar sekali," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes dr. H. Mohamad Subuh dalam dialog produktif bertema "Vaksinasi: Pencegahan dan Pengobatan" di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan dibandingkan dengan biaya pengobatan dan pemulihan yang mungkin akan sangat besar ketika seseorang telah terinfeksi COVID-19, upaya pencegahan melalui imunisasi akan jauh lebih efisien dan terjangkau.

Meski demikian, katanya, selain imunisasi, masyarakat juga tetap diajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga kemungkinan dampak gangguan kesehatan yang lebih besar dapat ditanggulangi.

Selain itu, katanya, imunisasi dinilai lebih penting karena lebih efisien dan efektif. Imunisasi juga memiliki manfaat yang lebih besar karena tidak hanya mampu menjaga kesehatan satu orang, tetapi juga untuk banyak orang di sekitarnya.

"Misalnya kalau kita divaksin, berarti kita melindungi diri sendiri dan juga melindungi orang lain, keluarga, tetangga sekitar, dan lingkungan kita," katanya.

Baca juga: Vaksinolog : Manfaat vaksinasi lebih banyak dibanding efek sampingnya

Oleh karena vaksin merupakan produk biologis, maka Mohamad menilai keamanan dan efektivitas produk tersebut dalam mencegah masuknya penyakit dapat dijamin.

"Karena dia produk biologis, maka tentunya ada dua syarat utama yang harus sudah dipenuhi. Pertama adalah 'safety' atau keamanan, kemudian syarat kedua adalah syarat efikasi. Efikasi adalah efek maksimal," katanya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak meragukan keamanan dan efektivitas vaksin dalam pencegahan penyakit karena tahapan pembuatannya, mulai dari uji klinis hingga perizinan telah dilakukan dan diawasi dengan ketat.

Vaksin, kata dia, juga dijamin kehalalannya sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan tanpa menimbulkan efek samping yang berat.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu lagi khawatir untuk mengikuti imunisasi guna mencegah infeksi COVID-19.

Baca juga: LIPI: Disiplin protokol kesehatan saat vaksinasi berlangsung
Baca juga: Kemenkes persiapkan daerah untuk vaksinasi COVID-19

Pewarta: Katriana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkes bantah puluhan wartawan terkapar usai vaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar