Jepang beri penghargaan ke WNI karena perkuat hubungan Tokyo-Jakarta

Jepang beri penghargaan ke WNI karena perkuat hubungan Tokyo-Jakarta

Arak-arakan Mikoshi memeriahkan Jak-Japan Matsuri 2019 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/9/2019). Jak-Japan Matsuri diselenggarakan tiap tahun untuk memperkenalkan budaya Jepang bagi masyarakat Indonesia dan mempererat hubungan kedua negara. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Jepang pada Selasa memberi penghargaan kepada seorang warga negara Indonesia dan satu organisasi pendidikan yang berpusat di Jakarta, karena keduanya diyakini ikut berkontribusi memperkuat hubungan diplomatik antara dua negara.

Dari beberapa tokoh dan organisasi di berbagai negara yang mendapatkan penghargaan, dua di antaranya adalah Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Imam Pituduh; dan Yayasan Bina Antarbudaya, organisasi yang mengurus pertukaran pelajar bagi pelajar dari Indonesia ke sejumlah negara.

"Pada 1 Desember, Kementerian Luar Negeri Jepang mengumumkan para penerima Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang Tahun 2020 (Reiwa 2). Di antara penerima tersebut, terdapat dua individu dan organisasi (asal Indonesia, red) yang menerima penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang, atas jasa-jasanya dalam memberikan sumbangsih terhadap peningkatan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia," kata Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, hari ini (1/12).

Imam Pituduh, yang saat ini menjabat wasekjen PBNU, menerima penghargaan itu karena ia dianggap berperan sebagai penghubung antara NU dan Kedutaan Besar Jepang. NU merupakan organisasi umat Islam terbesar di Indonesia.

"Imam Pituduh berkontribusi atas peningkatan kerja sama dan saling pemahaman antara kedua negara, secara khusus, beliau memegang peran besar terhadap pelaksanaan program undangan para pemuda NU ke Jepang, yang telah terselenggara sejak 2017, antara lain pada tahapan koordinasi pelaksanaan kegiatan, pemilihan peserta, publikasi informasi secara aktif dan berbagai hal lainnya," terang kedutaan.

Kegiatan itu meningkatkan pemahaman masyarakat Jepang terhadap komunitas Islam di Indonesia, tambah pihak kedutaan.

Sementara itu, Yayasan Bina Antarbudaya, yang telah berdiri sejak 1985, merupakan organisasi yang dibentuk untuk sekretariat American Field Service (AFS) di Indonesia.

"Sebelum resmi terbentuk, yayasan ini telah mengirimkan lebih dari 3.000 pelajar ke seluruh dunia serta telah menerima lebih dari 1.500 siswa. Dalam kaitannya secara khusus dengan Jepang, Yayasan Bina Antarbudaya telah mengirimkan lebih dari 8.000 pemuda ke Jepang, termasuk peserta yang diberangkatkan ke berbagai SMA di Jepang," kata Kedubes Jepang.

Yayasan Bina Antarbudaya dan Pemerintah Jepang telah menjalani kerja sama untuk mewujudkan Pertukaran Pelajar Asia Kakehashi, program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, sebut pernyataan yang sama.

Program pertukaran pelajar, menurut Pemerintah Jepang, "berdampak pada pencapaian kontribusi besar bagi pertukaran pemuda Jepang dan Indonesia".

Baca juga: Mendalami hubungan Jepang-Indonesia melalui alih teknologi
Baca juga: Indonesia-Jepang akan kerja sama arsip digital budaya
Baca juga: Indonesia-Jepang rintis kerja sama pengarsipan warisan budaya

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar