Pemda didesak serius tangani tumpahan batu bara di pesisir Aceh Barat

Pemda didesak serius tangani tumpahan batu bara di pesisir Aceh Barat

Arsip - Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat meninjau limbah batu bara yang mencemari kawasan pantai di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureuboe, Aceh Barat, Aceh, Senin (2/9/2019). Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat akan menyurati dan memanggil perusahaan pertambangan batu bara PT Mifa Bersaudara dan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya untuk mempertanyakan soal pencemaran limbah batu bara di kawasan pantai tersebut. (Antara Aceh/Syifa Yulinnas)

Saya berharap agar kasus tumpahan material batu bara disepanjang bibir pantai di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga hal ini tidak lagi terjadi ke depan
Meulaboh (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Haji Mawardi Basyah menyoroti banyaknya tumpahan batu bara di pesisir laut di daerah ini sehingga menyebabkan protes dari masyarakat karena merusak kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

"Kami mempertanyakan persoalan kasus tumpahan batu bara ini ke laut agar menjadi jelas persoalannya," kata Ketua Komisi II DPRK Aceh Barat Haji Mawardi Basyah di Meulaboh, Selasa.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PT Mifa Bersaudara di Gedung DPRK Aceh Barat di Meulaboh.

Ia juga menanyakan masalah tersebut karena selama ini banyak masyarakat di wilayah pesisir Aceh Barat mengeluh banyaknya material batu bara yang tumpah dan terdampar di pesisir pantai.

Baca juga: Mahasiswa protes pencemaran batu bara PLTU di depan DPRK Aceh Barat

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan maka persoalan ini akan berdampak serius kepada masyarakat, khususnya nelayan, karena mengganggu aktivitas mereka dan kegiatan ekonomi lainnya.

"Saya berharap agar kasus tumpahan material batu bara disepanjang bibir pantai di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga hal ini tidak lagi terjadi ke depan," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE saat menanggapi pertanyaan Haji Mawardi Basyah menegaskan persoalan kasus tumpahan material batu bara di Aceh Barat selama ini terjadi karena banyaknya mobilisasi batu bara dari luar provinsi ke Aceh Barat.

Baca juga: Nelayan keluhkan tumpahan batu bara di pesisir pantai Aceh Barat

Ramli mengakui persoalan banyaknya tumpahan batu bara tersebut baru akan tuntas, apabila tidak ada lagi mobilisasi batu bara dari luar Provinsi Aceh ke Aceh Barat.

"Mungkin kalau menggunakan batu bara dari Aceh Barat tidak akan terjadi kasus tumpahan batu bara ini," kata Ramli SE.

Ia juga mengakui persoalan tersebut selama ini menjadi perhatian serius dari DPRK Aceh Barat dan telah dilakukan uji laboratorium.

Namun saat hasil tes tersebut dipublikasikan, ditemukan kadar kalori batu bara yang tumpah di sepanjang pantai di Aceh Barat diduga berasal dari batu bara yang didatangkan dari luar daerah dan bukan berasal dari dalam daerah.

Baca juga: Ekspor batu bara Aceh melonjak 46,84 persen triwulan I

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Nelayan Batang melaut dapat batubara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar