Iklan Nike Jepang angkat perundungan, warganet heboh soal rasisme

Iklan Nike Jepang angkat perundungan, warganet heboh soal rasisme

Warga dengan masker di wajahnya berjalan di depan toko sepatu Nike yang tutup akibat merebaknya wabah COVID-19 di Jalan 5th, Manhattan, Kota New York, New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Iklan video dari Nike Jepang mengangkat tema melawan perundungan dan rasisme yang menghadirkan atlet birasial serta minoritas lain, seperti keturunan Korea, mengundang reaksi tajam di dunia maya, termasuk permintaan agar perusahaan itu diboikot.

Jepang secara tradisional melihat dirinya sebagai negara yang secara rasial homogen, meski atlet berdarah campuran seperti petenis Naomi Osaka menentang citra tersebut.

Dilansir dari Reuters, iklan "Keep Moving: Yourself, the Future" yang ditayangkan pada 30 November memperlihatkan beberapa remaja putri dirundung di sekolah karena ras mereka atau perbedaan lainnya, tapi akhirnya menemukan kepercayaan diri lewat kepiawaian bermain sepak bola.

Baca juga: Karena corona, Nike sementara tutup kantor di Eropa

Salah satu adegan memperlihatkan seorang gadis, ayahnya kulit hitam, dikelilingi sesama siswa yang menarik rambutnya.

Video itu telah ditonton jutaan kali di unggahan Twitter Nike Japan, juga mendapat banyak "likes" tapi juga dihujani komentar penuh kritik dari warganet yang mengatakan tak akan membeli produk Nike lagi.

"Sekarang, Anda bisa lihat satu atau dua orang dari kewarganegaraan berbeda yang bisa ke sekolah secara damai. Yang berprasangka buruk justru Nike," tulis salah satu pengguna.

Meski penggemar olahraga di Jepang mendukung petenis Naomi Osaka, yang jadi cameo di iklan itu, dia pernah digambarkan sebagai karakter kartun oleh Nissin, sponsornya juga, dengan tampilan kulit pucat dan rambut coklat muda. Perusahaan mie instan kemudian menghapus iklan tersebut dan meminta maaf kepada sang atlet, mengatakan mereka tidak bermaksud "menutupi" sang petenis.

Nike Jepang tidak berkomentar, namun dalam laman resmi mengatakan mereka percaya pada sifat transformatif olahraga.

"Kami telah lama mendengarkan suara-suara minoritas, mendukung dan berbicara untuk tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai kami," tambahnya.

"Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk menunjukkan seperti apa dunia yang lebih baik, untuk menyatukan orang dan mendorong aksi di komunitas masing-masing."

Baca juga: Usung warna cerah, Nike rilis sneakers SB Dunk High Doraemon

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inovatif dan Kreatif, kunci sukses Never Too Lavish

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar