Doni Munardo sebut kehadirannya di Lembata bukti kehadiran negara

Doni Munardo sebut kehadirannya di Lembata bukti kehadiran negara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo ketika meninjau salah satu tenda korban erupsi gunung Ili Lewotolok di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Rabu (2/12/2020). Kedatangan Doni Munardo ke Lembata dalam rangka memberikan bantuan tanggap darurat senilai Rp1 miliar sekaligus meninjau lokasi pengungsian untuk memastikan penerapannya sesuai dengan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo mengatakan bahwa kedatangannya bersama rombongan di lokasi pengungsian erupsi gunung api Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan.

“Pemerintah pusat hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lembata dampak dari erupsi gunung api Ili Lewotolok,” kata Doni Monardo saat berdialog dengan Pemkab Lembata dan seluruh Forkompimda untuk penanganan tanggap darurat bencana erupsi gunung api Ili Lewotolok di Lewoleba, Rabu.

Baca juga: BNPB ingatkan pengungsi terapkan protokol kesehatan

Baca juga: BNPB kembangkan aplikasi cek posisi untuk Gunung Ili lewotolok


Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sampai pukul 15.00 wita jumlah warga di kawasan rawan bencana yang sudah dievakuasi mencapai 7.968 orang dan diungsikan ke tujuh titik.

Dari data tersebut, Doni juga menekankan agar Pemkab Lembata sebagai pemegang tongkat komando dapat bekerja lebih keras lagi bersama seluruh komponen demi keselamatan jiwa.

Hal itu, ujar dia, sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang menyatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi.

“Tidak boleh ada korban jiwa, oleh karenanya perlu adanya kerja keras dari seluruh komponen. Keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi, 'Salus Populi Suprema Lex',” tambah dia.

Ia menyampaikan bahwa untuk kegiatan di semua tempat pengungsian harus diterapkan protokol kesehatan dan itu adalah tugas dari ketua posko dan pemerintah daerah setempat.

"Tolong kepada ketua posko pengungsi untuk bisa menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Paling utama memakai masker, menjaga jarak dan dilarang untuk berkerumun," katanya saat meninjau lokasi pengungsi gunung api Ili Lewotolok di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Baca juga: BNPB salurkan Rp1 miliar untuk tanggap darurat bencana di Lembata

Baca juga: Bertolak ke NTT, Kepala BNPB tinjau penanganan erupsi Ili Lewotolok


Ia berharap di setiap tenda masing-masing harus ada tempat cuci tangan dengan air yang cukup serta dilengkapi dengan sabun cuci tangan, sehingga para pengungsi terhindar dari sakit.

Ia berharap agar Pemda Lembata memberi penanganan yang lebih baik kepada para pengungsi Gunung api Ili Lewotolok, khususnya bagi mereka yang masuk dalam kelompok rentan.

Dalam kunjungan tersebut, Doni juga sempat memberikan bantuan tanggap darurat bencana senilai Rp1 miliar kepada pemerintah daerah setempat. 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dikepung 741 titik api, 6 kabupaten/kota di Kalbar Siaga Karhutla

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar