Tito minta pemda fokus pemulihan ekonomi dalam RAPBD 2021

Tito minta pemda fokus pemulihan ekonomi dalam RAPBD 2021

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers. ANTARA/Dokumentasi Humas Setkab/pri.

Di tahun 2021 ini, strategi utama pemerintah adalah melaksanakan pemulihan ekonomi nasional
Jakarta (ANTARA) -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) fokus pada pemulihan ekonomi dalam penyusunan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021.
 
"Di tahun 2021 ini, strategi utama pemerintah adalah melaksanakan pemulihan ekonomi nasional," kata Mendagri Tito Karnavian di Jakarta, Rabu.
 
Menurut dia adanya pemerintah menggaungkan protokol kesehatan "3M" yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dan "3T" (tracing, testing, treatment), serta program vaksinasi tak lantas menyudahi tugas APBD dalam menghadapi pandemi.
 
Sebab, lanjut Tito pelaksanaan protokol kesehatan dan vaksinasi tersebut diyakini masih memerlukan waktu.

Baca juga: Anies: RAPBD 2021 masih fokus penanganan COVID-19

Baca juga: Rencana anggaran Kaltara 2021 fokus pemulihan ekonomi
 
"Dalam situasi pandemi ini kalau kita bisa melaksanakan protokol '3M' plus 1 dan '3T' dengan baik, maka itu akan lebih mampu mengendalikan pandemi COVID-19, disamping pemerintah juga sudah membuat skenario lain, yaitu vaksinasi," tutur Tito.
 
Menurut Tito vaksinasi kemungkinan memerlukan waktu, karena Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia.
 
"Artinya, pada 2021 kita masih berhadapan dengan persoalan pandemi ini, dan kalau persoalan pandemi ini masih berlangsung, artinya juga akan menghadapi permasalahan mirip 2020, ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita ingin memulihkan ekonomi sekaligus menekan COVID-19," ujarnya.
 
Oleh sebab itu, Mendagri menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi yang memberikan dampak luas untuk masyarakat.
 
Mendagri juga meminta dalam penyusunan RAPBD, pemda masih berpatokan pada kondisi pandemi yang mengedepankan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi di dalamnya.
 
"Nah ini sekarang teman-teman daerah sedang menyusun RAPBD, RAPBD ini betul-betul dibuat strateginya seperti itu," ucap-nya.

Baca juga: Pembahasan APBD Sumsel 2020 diserahkan ke Kemendagri

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Target PAD kota Malang 2022 diturunkan hampir Rp300 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar