Lebih dari 1.000 peneliti China tinggalkan AS

Lebih dari 1.000 peneliti China tinggalkan AS

Dokumentasi: Bendera China dan AS berkibar di dekat The Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu mitra China mereka untuk melakukan pembicaraan di Shanghai, China (30/7/2019). ANTARA/REUTERS/Aly Song/aa.

Washington (ANTARA) - Lebih dari 1.000 peneliti asal China meninggalkan Amerika Serikat saat AS menindak keras dugaan pencurian teknologi, menurut pejabat keamanan nasional senior Departemen Kehakiman, John Demers, Rabu (2/12).

Kepala cabang kontraintelijen kantor Direktur Intelijen Nasional AS, William Evanina, mengatakan kepada Aspen Institute Cyber Summit bahwa agen China telah menargetkan personel pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden mendatang, beserta "orang-orang yang dekat" dengan tim Biden.

Pejabat Departemen Kehakiman mengatakan para peneliti yang dimaksud Demers, yakni kelompok yang berbeda dengan mereka yang disebutkan oleh Departemen Luar Negeri pada September. Pada saat itu dikatakan bahwa AS telah mencabut lebih dari 1.000 visa milik warga China berdasarkan keputusan presiden, yang melarang masuk mahasiswa dan peneliti yang dianggap berisiko bagi keamanan.

China menggambarkan langkah tersebut sebagai persekusi politik "telanjang" dan diskriminasi rasial yang melanggar keras HAM.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS susun daftar 89 perusahaan China yang terkait dengan militer
Baca juga: China marah saat AS tunjuk utusan HAM untuk Tibet
Baca juga: China minta AS berhenti campuri urusan Tibet

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar