Adira Insurance: Digitalisasi kunci asuransi bertahan saat pandemi

Adira Insurance: Digitalisasi kunci asuransi bertahan saat pandemi

Tangkapan layar Chief Marketing Officer Adira Insurance Hassan Karim saat memberikan paparan dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Kamis. (ANTARA/Citro Atmoko)

jalur digital memang merupakan keniscayaan untuk menopang bisnis serta operasional bisnis yang lebih efektif dan efisien, terlebih lagi kanal digital menjadi jalur yang paling diminati oleh generasi millenial.
Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menilai digitalisasi merupakan salah satu kunci bagi perusahaan asuransi dapat bertahan di saat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini.

Chief Marketing Officer Adira Insurance Hassan Karim mengatakan ketika pandemi melanda dan seluruh dunia harus bekerja dari rumah, hal tersebut bukan merupakan hal baru bagi Adira Insurance.

"Kami telah menerapkan working from home sejak 2018, sehingga infrastruktur dan sistem IT kami siap untuk seluruh perusahaan agar tetap beroperasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pelanggan kami pun juga dapat membeli produk-produk perlindungan dari website, call center, hingga berbagai partners e-commerce Adira Insurance," ujar Hassan saat diskusi secara daring di Jakarta, Kamis.

Baca juga: AJB Bumiputera janjikan pencairan klaim di bawah Rp10 juta

Hassan menuturkan perseroan telah berkomitmen untuk melakukan inovasi secara digital untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan, salah satunya dengan Aplikasi Autocillin Mobile Claim yang memudahkan pengajuan klaim bagi pelanggan melalui ponsel pintar.

Pelanggan cukup foto kerusakan mobil, lalu mengunggah di aplikasi, dan mobil pun langsung diperbaiki dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Hassan, jalur digital memang merupakan keniscayaan untuk menopang bisnis serta operasional bisnis yang lebih efektif dan efisien, terlebih lagi kanal digital menjadi jalur yang paling diminati oleh generasi millenial. Perusahaan asuransi pun harus pandai memanfaatkan peluang digitalisasi.

"Setelah COVID-19 ini, kami yakin pelanggan kami akan memiliki standar yang lebih tinggi tentang produk perlindungan dan bagaimana mereka mendapatkan perlindungan. Strategi kami dalam memenangkan pasar adalah dengan berfokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi," ujar Hassan.

Baca juga: Pendapatan premi asuransi umum turun 7 persen, pembayaran klaim naik

Saat ini Zurich memegang 80 persen saham Adira Insurance dan menjadi asuransi umum internasional teratas di Indonesia.

Hassan menuturkan Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Zurich dan pihaknya melihat peluang yang sangat besar di industri asuransi di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum konvensional dan syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia," kata Hassan.

Pandemi COVID-19 jelas menghantam perekonomian Indonesia. Sebagai gambaran, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi 5,32 persen pada semester satu 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap industri asuransi. Tercatat perusahaan asuransi umum hanya mampu mengumpulkan premi Rp37 trilliun atau lebih rendah 6,1 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: Jasindo ungkap tiga manfaat penting asuransi bagi pelaku UMKM

Di tengah kondisi sulit itu, sejumlah perusahaan asuransi umum bisa tetap mencatatkan perolehan premi yang baik. Adira Insurance merupakan salah satu dari lima perusahaan asuransi umum teratas yang tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2020 yang dipublikasikan.

Adira Insurance yang diakuisi Zurich Insurance Company (Zurich) pada November 2019, berhasil membukukan premi bruto kuartal III 2020 senilai Rp1,5 triliun atau naik sebesar 23,1 persen (yoy) dari kuartal III 2019 senilai Rp1,22 triliun.

"Dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis. Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif," ujar Hassan.

Pandemi ini juga telah mengubah cara masyarakat menjalankan kehidupan sehari-hari. Riset McKinsey & Company COVID-19 Consumer Pulse Surveys memaparkan perilaku pembelian pelanggan Indonesia bergeser secara daring dan kemungkinan besar akan berlanjut setelah krisis.

Hal itu didukung pula dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek akan teknologi. Menurut Data Indonesia Digital Januari 2020, ada 175,4 juta pengguna mobile internet di Indonesia dan pengguna internet di Indonesia ada 64 persen dari total populasi.

Begitu pula dengan industri asuransi, ketika jalur tradisional terdampak oleh pandemi COVID-19, perusahaan dituntut untuk bergerak ke jalur digital. Adira Insurance sendiri sudah memulai perjalanan digitalisasinya sejak 2014, saat itu diawali dengan sentralisasi pembayaran klaim. Selanjutnya, Adira Insurance terus melakukan berbagai pengembangan dan inovasi.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jasa Raharja serahkan santunan korban KM Karya Indah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar