Dubes Hasan Kleib terpilih sebagai deputi direktur jenderal WIPO

Dubes Hasan Kleib terpilih sebagai deputi direktur jenderal WIPO

Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib. (HO-PTRI Jenewa)

Terpilihnya salah satu putra terbaik bangsa sebagai deputy director general WIPO sangat membanggakan Indonesia, dan telah menoreh sejarah diplomasi RI, yang untuk pertama kalinya wakil Indonesia menduduki jabatan strategis tertinggi di organisasi int
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, setelah melalui serangkaian proses seleksi, terpilih sebagai deputi direktur jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).

Pemilihan dilaksanakan pada sesi Sidang Coordination Committee WIPO di Jenewa, Swiss, pada Kamis, saat empat deputi direktur jenderal yang baru disahkan oleh seluruh negara anggota WIPO secara aklamasi.

Selain Indonesia, deputi direktur jenderal WIPO yang baru terpilih berasal dari Amerika Serikat, Prancis, dan China.

“Terpilihnya salah satu putra terbaik bangsa sebagai deputy director general WIPO sangat membanggakan Indonesia, dan telah menoreh sejarah diplomasi RI, yang untuk pertama kalinya wakil Indonesia menduduki jabatan strategis tertinggi di organisasi internasional yang penting," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam keterangan tertulis, Kamis.

Dubes Hasan Kleib akan menjabat sebagai deputi direktur jenderal sektor pembangunan nasional dan regional melalui kekayaan intelektual.

Posisi tersebut akan dijabat mulai 1 Januari 2021 dengan masa jabatan selama enam tahun.

Baca juga: Indonesia pimpin pertemuan internasional pembangunan kekayaan intelektual

Yasonna menjelaskan bahwa terpilihnya Dubes Hasan Kleib juga merupakan pengejawantahan konkret dari misi Presiden Joko Widodo untuk menempatkan putra putri terbaik bangsa di organisasi internasional, serta merupakan bentuk dukungan langsung terhadap misi Presiden RI menuju Indonesia maju yang berbasis inovasi dan kreativitas.

Pasalnya, isu kekayaan intelektual, khususnya terkait pembangunan ekonomi, sangat dekat dengan kepentingan nasional Indonesia dalam rangka pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya nasional sesuai dengan aspirasi pemerintah menuju “Indonesia Maju”.

Keaktifan, konsistensi, dan kelihaian peran dan diplomasi Indonesia terkait isu inovasi dan kekayaan intelektual berhasil meningkatkan citra Indonesia secara global sebagai negara yang serius bertransformasi menuju "Indonesia Maju" melalui inovasi dan kreativitas.

Hal ini tidak terlepas pula dengan inovasi pelayanan publik dan kebijakan-kebijakan terkait inovasi dan kreativitas di Kementerian Hukum dan HAM khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang telah diakui secara internasional.

Keterwakilan Indonesia di WIPO, dalam kapasitas sebagai salah satu senior management team, yaitu dengan terpilihnya Dubes Kleib sebagai deputi direktur jenderal, akan memberikan peluang dan dorongan bagi pembangunan inovasi di seluruh negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Indonesia ajukan calon pada pemilihan Deputi Direktur Jenderal WIPO

Posisi deputi direktur jenderal di WIPO ini diharapkan akan memberikan kontribusi bagi pengembangan inovasi dan kreativitas di Indonesia, serta pada saat yang bersamaan membawa dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

WIPO adalah organisasi internasional, salah satu badan khusus PBB, yang beranggotakan 193 negara, yang memiliki mandat untuk memimpin pengembangan sistem Kekayaan Intelektual yang adil dan efektif untuk mendorong inovasi dan kreativitas seluruh bangsa.

Baca juga: Kepemimpinan Indonesia diakui Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia

Baca juga: Jumlah paten Indonesia terbanyak di Asia Tenggara

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ikuti PPKM, Setu Babakan batasi pengunjung hanya 25 % kapasitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar