Christian Dior ingin pakai kain endek Bali untuk produksi busana 2021

Christian Dior ingin pakai kain endek Bali untuk produksi busana 2021

Ilustrasi: Sejumlah model menampilkan rancangan busana berbahan kain tenun endek dalam peragaan busana "Teruna Teruni" Denpasar 2020, Bali, Sabtu (8/2/2020). Kegiatan tersebut untuk pelestarian budaya khususnya kain tenun endek atau kain tenun tradisional Bali yang kini makin terancam oleh kain industri modern. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/ama.

Beberapa sampel kain endek yang sudah dikirim ke Prancis, akan terlebih dahulu diuji lab oleh pihak Dior
Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengawal ketat setiap proses kerja sama dengan pihak Prancis terkait keinginan perancang busana Christian Dior yang akan menjadikan kain endek sebagai bagian dari koleksi musim semi dan musim panas 2021.

"Saat ini pihak Christian Dior sudah membangun komunikasi dengan pihak vendor yang dipilih oleh Pemprov Bali. Beberapa sampel kain endek yang sudah dikirim ke Prancis, akan terlebih dahulu diuji lab oleh pihak Dior," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Wayan Jarta di Denpasar, Kamis.

Jarta menambahkan setelah ada persetujuan sampel oleh pihak Dior, selanjutnya akan melangkah kepada tahap PO (Pre Order).

Baca juga: Kain Endek Bali warnai koleksi Christian Dior 2021

Baca juga: Dekranasda Denpasar gelar peragaan busana "Endek Lovers"


"Menurut informasi awal, jumlah kain yang diinginkan oleh Dior sebanyak 1.000 meter. Namun jumlah kain tersebut juga akan menyesuaikan kebutuhan Dior," ucapnya.

Untuk itu, kata Jarta, sesuai dengan arahan Gubernur Bali Wayan Koster ditekankan bahwa kain endek tersebut harus dipastikan diproduksi oleh para perajin endek di Bali. "Jadi, yang memproduksi harus perajin Bali dan bertempat di Bali pula," ujarnya.

Intinya, ucap Jarta, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali serta Dekranasda Provinsi Bali akan secara serius dan ketat akan mengawal setiap proses dari kerja sama tersebut.

Dengan demikian benar-benar bisa dipastikan tidak akan terjadi kecurangan dalam kerja sama tersebut. "Dengan kata lain, lebih dapat memastikan bahwa endek Bali memang berasal dari Bali dan diproduksi oleh para perajin Bali," kata Jarta menegaskan.

Baca juga: Selama COVID-19, eksistensi endek di Bali tetap digemari anak muda

Baca juga: Kain tenun diharapkan jadi busana modern kaum milenial


 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hadapi pandemi, Pemprov Bali siapkan Rp756 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar