Polresta Pekalongan periksa oknum polisi yang kecam HRS di medsos

Polresta Pekalongan periksa oknum polisi yang kecam HRS di medsos

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Moch Irwan Susanto memaparkan kasus pemeriksaan pada oknum polisi yang mengunggah kecaman pada HRS yang disebarkan ke media sosial pada acara konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis , (ANTARA/Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, mengonfirmasi dan memeriksa kejiwaan oknum polisi Aiptu HS yang diduga sebagai pelaku di dalam video yang menyampaikan pesan ancaman kepada Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI) yang viral di media sosial.

"Tahap di awal, kami melakukan upaya-upaya, di antaranya mendatangkan dokter, ahli kejiawaan, dan psikologi," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Moch Irwan Susanto pada acara konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis.

Irwan mengatakan oknum polisi Aiptu HS yang berada di dalam video itu bertugas di Kesatuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti).

Oknum polisi tersebut, kata dia, juga disebut sedang dalam masa evaluasi dan investigasi karena tidak berangkat bertugas selama beberapa hari.

Baca juga: Polisi: Proses hukum tetap berjalan meski Rizieq minta maaf
Baca juga: Rizieq Shihab diprediksi penuhi panggilan Polda Metro
Baca juga: FPI tampik hasil tes usap Habib Rizieq


Irwan mengatakan pada awalnya polres telah melakukan identifikasi apakah seseorang yang berada di dalam video itu adalah anggota kepolisian, kemudian menginventarisasi masalah, melaporkan masalah itu pada Polda Jateng.

"Saat ini kegiatan pemeriksaan awal berada di Polresta Pekalongan, kemudian dilimpahkan di Propam Polda Jateng. Saat ini proses yang diketahui adalah pendalaman seperti apa perkaranya sehingga nanti kita ikuti proses perkembangannya dari Propam Polda Jateng," katanya.

Menurut dia, sekitar tiga hari sebelum kasus tersebut viral di medis sosial (medsos), oknum polisi tersebut tidak masuk kerja sehingga polres melakukan investigasi.

"Memang betul teman kita (Aiptu HS) sedang dalam pengawasan. Pada evaluasi itu, kita menerjunkan propam dalam rangka investigasi, kenapa yang bersangkutan tidak masuk kerja. Yang bersangkutan memang tidak ingin bekerja di Satuan Perawatanan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) sehingga timbul kekecewaan," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dukung ketahanan pangan, Polres Pekalongan budidaya lele

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar