Wall Street dibuka menguat tipis setelah rilis data pengangguran di AS

Wall Street dibuka menguat tipis setelah rilis data pengangguran di AS

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat ANTARA/Reuters.

Investor mempelajari angka klaim pengangguran negara yang baru dirilis
New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (AS) dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis pagi waktu setempat, karena investor mempelajari angka klaim pengangguran negara yang baru dirilis.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 62,44 poin atau 0,21 persen menjadi 29.946,23. Indeks S&P 500 naik 1,34 poin, atau 0,04 persen, menjadi 3.670,35 dan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 34,58 poin atau 0,28 persen menjadi 12.384,00.

Dari 11 sektor utama Indeks S&P 500, sektor real estate naik 0,36 persen pada perdagangan pagi, melampaui sisanya. Sedangkan sektor utilitas tergelincir 0,6 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Pergerakan pasar saham terjadi karena data menunjukkan 712.000 orang AS mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu akibat pandemi Virus Corona terus melanda pasar tenaga kerja negara itu.

Klaim pengangguran awal AS, sebuah cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 712.000 pada pekan yang berakhir 28 November, merevisi kenaikan 787.000 pada pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis. Jumlah itu lebih rendah dari perkiraan 780.000, berdasarkan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Angka tersebut menandai penurunan pertama dalam tiga minggu, meskipun masih tetap jauh di atas catatan sebelum pandemi.

Menurut perhitungan Universitas Johns Hopkins pada Kamis, Amerika Serikat telah melaporkan lebih dari 13,9 juta kasus COVID-19 dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 273.000 orang.
Baca juga: Wall Street beragam, S&P 500 ditutup di rekor tertinggi
Baca juga: Wall Street dibuka melemah setelah menguat pada sesi sebelumnya

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar