Danrem: Logistik bantuan BNPB diangkut dengan Helikopter ke Lembata

Danrem: Logistik bantuan BNPB diangkut dengan Helikopter ke Lembata

Helikopter milik BNPB saat melakukan evakuasi korban dalam simulasi di Labuan Bajo beberapa waktu lalu. ANTARA/Bernadus Tokan.

pembuatan MCK darurat lapangan
Kupang (ANTARA) - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya mengatakan, logistik bantuan BNPB untuk korban erupsi Gunung Ili Lewotolok telah diangkut dengan helikopter ke Lembata.

"Logistik bantuan BNPB telah diangkut dengan Helikopter jenis Chinook CH 447/ N 303 AJ dari El Tari Kupang ke Lembata pagi ini," kata Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dalam keterangan melalui rilis yang diterima di Kupang, Jumat.

Menurut dia, dua unit helikopter yang ada di NTT saat ini merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BKO Korem 161/Wira Sakti.

"Helikopter jenis B 117 dengan kapasitas daya tampung lima orang standby di Bandara Larantuka, dan Helikopter jenis Chinook CH 447/ N 303 AJ untuk pengangkutan logistik BNPB ke wilayah Lembata, standby di Bandara Maumere," katanya.

Danrem juga menyampaikan kegiatan satgas tanggap darurat bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok, di bawah Komando Korem 161/Wira Sakti, yang dikoordinir Dandim 1624/Flotim, terdiri dari Danden Zibang 1/IX Kupang, Danden Bekang Kupang dan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Baca juga: Gunung Ili Lewotolok dua kali erupsi

Baca juga: Masker kebutuhan mendesak pengungsi erupsi Gunung Ili Lewotolok


Terkait dengan logistik dan pendistribusian logistik dikoordinir oleh Dandenbekang bersama instansi terkait lainnya.

Untuk bidang kesehatan dikoordinasikan oleh Dandenkes 09.04.01 Kupang bersama dengan tenaga kesehatan di daerah.

Menurut dia, Dandenbekang Kupang telah melaksanakan peninjauan titik lokasi penempatan dapur lapangan guna memperlancar distribusi logistik makanan kepada para pengungsi, dan telah ditetapkan titik lokasi dapur lapangan berdampingan dengan dapur umum Satgas Tanggap Darurat.

Sedangkan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang, telah melaksanakan pemantauan lapangan, posko kesehatan, tenda tempat penampungan pengungsi, dengan hasil bahwa data tenaga kesehatan, dukungan obat obatan dan suplemen untuk pengungsi kurang mencukupi, ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Sementara Danden Zibang 1/IX Kupang, melaksanakan pemantauan dan penentuan titik lokasi pembuatan MCK darurat lapangan di areal posko pengungsian, dengan hasil telah ditentukan empat titik pembuatan MCK darurat dan saat ini dikerjakan 1 titik diareal lokasi sekitar posko utama.

"Untuk bantuan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak untuk pembuatan MCK darurat lapangan yang diserahkan melalui Aslog Kasdam IX/UDY telah diterima langsung oleh Danden Zibang 1/IX Kupang, dan telah dibelanjakan material MCK darurat," demikian Danrem 161/Wira Sakti. 

Baca juga: Kodam IX/Udaya kirimkan tim bantu korban terdampak erupsi Lewotolok

Baca juga: Erupsi gunung Ili Lewotolok tak ada kaitan dengan gunung api lain

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal Balo, anjing pelacak pencari korban bencana di Lembata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar