Kemenhub sepakati konsesi dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara

Kemenhub sepakati konsesi dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara

Penandatanganan Perjanjian Konsesi Pengusahaan Pelabuhanan antara PT Pelabuhan Tiga Bersaudara dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II pada Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub di Jakarta, Jumat (4/12/2020). ANTARA/HO-PT PTB/am.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang Muara Berau di Pelabuhan Samarinda
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepakati konsesi atau perjanjian kerja sama terkait pemberian izin pengusahaan pelabuhan dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB).

"Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang (ship to ship transfer) Muara Berau di Pelabuhan Samarinda," kata Direktur Operasi PTB Ario Bandoro Saputro dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Ia memaparkan konsesi sangat penting agar pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, memberi hak kepada PT PTB sebagai BUP atau operator pelabuhan. Dengan begitu, PT PTB bisa melaksanakan pengusahaan pelabuhan pada terminal dan fasilitas yang ada di area konsesi.

Menurut Ario Bandoro, pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Alih Muat Barang Muara Berau di Pelabuhan Samarinda telah sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Nasional yang diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Atas dasar ini, penandatanganan perjanjian konsesi dilangsungkan.

Baca juga: Kasasi KCN terkabul, konsesi Pelabuhan Marunda kembali ke skema semula

Business Development PTB Kamaruddin Abtami mengatakan perjanjian kerja sama perizinan (konsesi) ini sekaligus memberikan kepastian hukum atas kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan yang dilakukan BUP PT PTB.

"Termasuk efisiensi kegiatan pengusahaan di pelabuhan," ujar Kamaruddin Abtami.

Pada 2010 Kemenhub menetapkan Lokasi Pelabuhan untuk Kegiatan Alih Muat Barang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 382 Tahun 2010 tentang Penetapan Lokasi untuk Kegiatan Alih Muat Barang di Perairan Muara Jawa dan Muara Berau, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Baca juga: Abupi: Konsistensi patuhi konsesi bisa tingkatkan investasi swasta

Selain itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No 244 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP 382 Tahun 2010 tentang Penetapan Lokasi untuk Kegiatan Alih Muat Barang di Perairan Muara Jawa dan Muara Berau, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

PTB diberikan kepercayaan dari Menteri Perhubungan  untuk jadi operator pelabuhan di Muara Jawa dan Muara Berau, Kalimantan Timur dalam kegiatan Ship To Ship (STS) transfer yang bertugas memberikan pelayanan pemanduan, penundaan, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh para nakhoda kapal-kapal pengangkut batu bara di wilayah Muara Jawa dan Muara Berau.

Baca juga: Kemenhub beri hak konsesi ke PT LIS di Pelabuhan Tanjung Pakis Jatim

Baca juga: Badan Usaha Pelabuhan didorong perbarui izin konsesi

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenhub perketat syarat perjalanan darat wilayah aglomerasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar