Kemensos salurkan bansos Rp2,6 miliar untuk warga Kabupaten Malang

Kemensos salurkan bansos Rp2,6 miliar untuk warga Kabupaten Malang

Menteri Sosial Juliari Batubara (kiri) pada saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah seorang warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/12/2020). ANTARA/HO-Ditjen Linjamsos/VFT

pentingnya semangat kesetiakawanan
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako senilai Rp2,6 miliar bagi warga terdampak pandemi COVID-19 yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan bahwa bantuan sosial yang disalurkan melalui 29 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Kabupaten Malang itu, merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Program bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melalui Kementerian Sosial terhadap masyarakat yang terdampak COVID-19," kata Juliari, di Malang, Jumat.

Jumlah bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial yang mencapai Rp2,6 miliar tersebut, terbagi dalam 13.121 paket sembako Kemensos Hadir. Diharapkan, bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat Kabupaten Malang yang terdampak COVID-19.

Baca juga: Kemensos pastikan penyaluran bansos 2021 sesuai jadwal

Juliari menambahkan, dalam mengatasi dampak penyebaran COVID-19, Kementerian Sosial memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat melalui program reguler, dan program khusus penanganan dampak pandemi COVID-19.

Beberapa program dari Kementerian Sosial tersebut diantaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Sosial Beras.

"Kita menyadari berbagai Program subsidi untuk masyarakat belumlah optimal. Namun, kami selalu berupaya memberikan pelayanan sosial terbaik bagi masyarakat," kata Juliari.

Baca juga: Rp2,4 triliun bansos tunai sudah disalurkan PT Pos

Mensos mengingatkan, menyalurkan bansos juga bukan pekerjaan mudah. Sebab, setelah Kemensos mengalokasikan kuota bantuan, ternyata ada daerah yang tidak bisa menyerap bantuan tersebut. Bantuan akan terserap dan tersalurkan dengan tepat jika kepala daerah proaktif berkomunikasi dengan Kemensos.

Sementara untuk daerah yang belum dapat terpenuhi jumlah bantuannya, Juliari mengajak masyarakat yang mampu, pengusaha di daerah, untuk ikut mengulurkan tangan memberi bantuan juga.

"Saya mengingatkan pentingnya semangat kesetiakawanan dan praktik kedermawanan serta saling gotong royong dalam mengatasi dampak pandemi," kata Juliari.

Baca juga: Mensos: Perlu validasi ulang data penerima bansos tunai

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

950 Ribu KK di Padang dan Banda Aceh terima bansos

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar