Empat nelayan Sumut diselamatkan kapal berbendera Siprus

Empat nelayan Sumut diselamatkan kapal berbendera Siprus

Nelayan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, saat hendak diturunkan dari kapal SAR, KN Kresna, di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (4/12/2020). ANTARA/M Haris SA

kami selamat semuanya
Banda Aceh (ANTARA) - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Aceh mengevakuasi empat nelayan Sumatera Utara (Sumut) yang diselamatkan kapal kargo setelah kapal motor mereka tenggelam di Selat Malaka.

Kepala Basarnas Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan keempat nelayan tersebut dievakuasi dari kapal MV Arsinoe berbendera Siprus yang sedang berlayar ke India.

"Mereka dievakuasi dari kapal kargo tersebut untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal. Evakuasi berlangsung di dekat perairan Pulau Weh, Sabang," kata Budiono.

Keempat nelayan Sumut yang diselamatkan MV Arsinoe tersebut yakni Muslim (48), Solihin Imannuddin (27), Saayan (39), dan Sahrul (38). Ke empatnya warga Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumut.

Baca juga: Dua nelayan Aceh ditemukan terombang-ambing di perairan Sibolga-Nias

Keempat nelayan itu terlihat terapung-apung di dekat jalur MV Arsinoe di Selat Malaka, sekitar 50 mil laut dari arah Timur Tanjung Genting, Malaysia. Mereka sempat melambaikan tangan dari 200 meter dari kapal kargo tersebut.

Budiono menyebutkan operasi evakuasi keempat nelayan tersebut dilakukan setelah kapten MV Arsinoe menghubungi Basarnas Pusat yang menginformasikan penyelamatan nelayan Indonesia.

"Dari informasi tersebut, kami diperintahkan mengevakuasi mereka. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna. Selanjutnya, keempat nelayan tersebut diserahkan kepada Pangkalan PSDKP Lampulo Banda Aceh," kata Budiono.

Baca juga: Tim SAR evakuasi jenazah nelayan di Aceh Utara

Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Lampulo Herno Adiyanto mengatakan keempat nelayan tersebut dipulangkan pada Sabtu (5/12).

"Malam ini mereka dibawa ke kantor untuk istirahat menjalani pemeriksaan terkait insiden mereka alami. Kami juga sudah menghubungi himpunan nelayan di daerah asal mereka," kata Herno.

Sahrul, nelayan yang diselamatkan kapal kargo tersebut mengaku mereka terombang-ambing di laut selama 12 jam setelah kapal motor mereka tenggelam dihempas ombak.

"Kejadiannya pada 3 Desember lalu. Kapal kami tenggelam pukul lima subuh. Kami bertahan di atas kapal yang tenggelam hingga akhirnya diselamatkan kapal barang. Kami selamat semuanya," kata Sahrul.

Baca juga: Tim SAR cari nelayan dilaporkan hilang di Aceh Utara

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Timpan, kudapan kenyal dan manis khas Aceh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar