Pasien sembuh COVID-19 di Sultra 5.823 orang dari 6.918 kasus

Pasien sembuh COVID-19 di Sultra 5.823 orang dari 6.918 kasus

Dokumen-Seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) disanksi "push up" akibat tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah. (ANTARA/Harianto)

Pasien sembuh hari ini dua orang, semuanya berasal dari Konawe Selatan
Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pasien sembuh dari infeksi virus corona di daerah itu sebanyak 5.823 orang dari 6.918 kasus konfirmasi positif COVID-19 per 6 Desember 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Minggu, mengatakan hari ini jumlah pasien sembuh tercatat dua orang dari Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

"Pasien sembuh hari ini dua orang, semuanya berasal dari Konawe Selatan, sehingga total pasien sembuh di Sultra per hari ini sebanyak 5.823 orang," kata Rabiul.

Baca juga: Total 116 pasien COVID-19 meninggal di Sulawesi Tenggara

Sementara itu, penambahan kasus positif baru ini tercatat lebih banyak dari pasien sembuh, yakni sebanyak 58 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.918 orang.

"Kasus positif baru hari ini Kabupaten Konawe Selatan dan Buton Tengah masing-masing 10 orang, Kolaka 14 orang, Konawe Utara lima orang, Muna delapan orang, dan Kota Kendari 11 orang," tutur Rabiul.

Baca juga: 5.821 pasien COVID-19 di Sultra sembuh
 
Data kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) per 6 Desember 2020. (ANTARA/Harianto)



Ia menyampaikan untuk data pasien COVID-19 yang meninggal di Sultra juga ada penambahan tiga orang, laki-laki 82 tahun asal Kabupaten Konawe Selatan, laki-laki 46 tahun asal Bombana dan laki-laki 45 tahun asal Buton Tengah, sehingga total pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 116 orang.

Baca juga: Satgas: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra bertambah 90

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di Sultra masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini. Selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif, sehingga bisa menekan angka kasus kita," kata Wayong.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Payakumbuh bertambah 25 orang dalam sepekan

Baca juga: Ratusan penderita COVID-19 di Kota Kupang jalani karantina mandiri

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ribuan santri Pandeglang ikuti vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar