MPR: Pemahaman masyarakat terkait vaksinasi harus ditingkatkan

MPR: Pemahaman masyarakat terkait vaksinasi harus ditingkatkan

Ilustrasi vaksin Covid-19. ANTARA/Shutterstock

... sosialisasi terkait teknis pelaksanaan dan distribusi vaksin harus konsisten, agar para pelaksana di lapangan memahami apa yang harus dilakukan saat pengaplikasian vaksin Covid-19 itu...
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menilai pemahaman masyarakat terhadap proses vaksinasi harus terus ditingkatkan, agar pengendalian Covid-19 di Indonesia bisa terlaksana secara baik.

"Kita bersyukur vaksin itu telah tiba, namun yang terpenting saat ini adalah kesiapan kita dalam mengaplikasikan vaksin itu," kata dia, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengaplikasian vaksin ini merupakan tahapan pengendalian Covid-19 yang sangat menentukan, selain konsisten dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga: Menanti efektivitas vaksin virus corona

Ia yakin pemerintah sudah memiliki skema dan rencana pengaplikasian vaksin tersebut sehingga yang harus dipastikan saat ini adalah rencana dan skema pengaplikasian vaksin itu bisa berjalan dengan baik.

"Rangkaian sosialisasi terkait teknis pelaksanaan dan distribusi vaksin harus konsisten, agar para pelaksana di lapangan memahami apa yang harus dilakukan saat pengaplikasian vaksin Covid-19 itu," ujarnya.

Baca juga: Kajian halal vaksin COVID-19 selesai, pemerintah tunggu fatwa

Pada sisi lain, dia menilai, protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, harus menjadi norma baru dalam keseharian masyarakat dan tidak boleh kendur walau nanti tanpa sanksi.

Menurut dia, pemerintah juga harus mewaspadai dampak dari euforia datangnya vaksin, seperti kemungkinan terjadinya pemalsuan vaksin sehingga pemerintah juga perlu mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak menggunakan vaksin palsu.

Baca juga: LIPI: Vaksin wajib lolos uji klinis tahap 3

Ia berharap masyarakat mematuhi skema dan rencana pemerintah dalam proses vaksinasi, sehingga tahun depan pemerintah bisa berkonsentrasi penuh memulihkan perekonomian yang tersendat.

Baca juga: Menkeu: Pemerintah cadangkan Rp35,1 triliun vaksin-imunisasi COVID

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar