Kemarin, IHSG menguat hingga Rp60,5 triliun untuk vaksin COVID 2021

Kemarin, IHSG menguat hingga Rp60,5 triliun untuk vaksin COVID 2021

Petugas menyemprotkan cairan desinfektan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya, di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp. (ANTARA FOTO/MUKHLIS JR)

Jakarta (ANTARA) - Kedatangan vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari China pada Minggu (6/12) memberikan optimisme bagi ekonomi Indonesia salah satunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (7/12) sore ditutup menguat.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah anggarkan Rp60,5 triliun salah satunya untuk pengadaan vaksin COVID-19 pada 2021.

Informasi di atas merupakan berita ekonomi yang menghiasi pemberitaan pada Senin (7/12) dan akan disajikan lebih lengkap dengan berita lainnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

1. IHSG menguat seiring kedatangan vaksin corona

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring euforia kedatangan vaksin COVID-19 ke Indonesia.

IHSG ditutup menguat 120,28 poin atau 2,07 persen ke posisi 5.930,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,07 poin atau 2,19 persen ke posisi 936,32.

Berita selengkapnya klik di sini

2. Anggaran vaksin COVID 2021 tembus Rp60,5 triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran penanganan dan pengadaan vaksin COVID-19 untuk tahun 2021 menembus Rp60,5 triliun dengan total anggaran kesehatan dalam APBN 2021 mencapai Rp169,7 triliun.

Berita selengkapnya klik di sini

3. Cadangan devisa RI capai 133,6 miliar dolar AS

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2020 mencapai 133,6 miliar dolar AS, atau relatif sama dibandingkan posisi akhir Oktober 2020 sebesar 133,7 miliar dolar AS.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Simpanan di perbankan stabil

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan pertumbuhan simpanan di perbankan tumbuh stabil di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan meski pertumbuhan simpanan pada Oktober 2020 sedikit turun dibandingkan dengan September, namun pertumbuhan simpanan secara tahunan (year on year) tetap tumbuh yaitu sebesar 11,45 persen.

Berita selengkapnya klik di sini

5. Presiden Jokowi ingatkan jangan sampai produk impor banjiri e-commerce di RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jangan sampai pembelian produk impor mendominasi transaksi di industri perdagangan daring (e-commerce).

Berita selengkapnya klik di sini

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kebijakan vaksinasi COVID-19 berdampak berkurangnya pendonor darah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar