Diawasi Propam, Polri pastikan penyidikan kasus penembakan profesional

Diawasi Propam, Polri pastikan penyidikan kasus penembakan profesional

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)

Semua tindakan yang dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan proses penyidikan kasus penembakan terhadap enam jenazah laskar Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal dunia akibat melawan aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek dilakukan secara transparan dan profesional.

Irjen Argo mengatakan personel kepolisian yang menyidik kasus tersebut diawasi oleh Divisi Propam Polri sebagai upaya menciptakan penegakan hukum yang profesional.

"Semua tindakan yang dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan," kata Argo di Jakarta, Selasa.

Dia menyebut bahkan saat ini Divisi Propam sudah membentuk tim khusus untuk mengawasi personel polisi yang menangani kasus tersebut. Selain itu, perkara itu juga sudah diambil alih oleh Mabes Polri.

Baca juga: Polri pastikan surat panggilan kedua telah diterima Rizieq Shihab

Baca juga: Pengawal Rizieq serang polisi dengan senjata kaliber 9mm


"Kadiv Propam sudah membentuk tim. Saat ini kasus tersebut sudah ditarik ke Mabes Polri," ujar Argo.

Sementara Puslabfor Bareskrim Polri akan memeriksa mobil yang terlibat dalam insiden penembakan tersebut. "Saat ini dilakukan otopsi dan Puslabfor akan memeriksa mobil," katanya.

Argo juga menyebut enam jenazah saat ini masih berada di RS Polri Said Soekanto lantaran belum rampung-nya pemeriksaan forensik. "Iya, masih belum selesai pemeriksaan kedokteran forensiknya," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sebelumnya pada Senin (7/12) dini hari terjadi insiden bentrok antara polisi dan pengikut Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 50 yang berbuntut tewasnya enam orang pengikut Rizieq.

Polisi menyebut kejadian diawali penyerangan dari pengikut Rizieq saat polisi sedang mengintai di Tol Japek. Pengintaian dilakukan untuk menyelidiki informasi soal isu pengerahan massa yang akan mengawal pemeriksaan Rizieq di Polda Metro Jaya.

Ketika itu, kendaraan anggota Polda Metro Jaya dipepet kendaraan pengikut Rizieq di tol, kemudian diserang dengan menggunakan senjata api. Polisi akhirnya membalas pelaku yang berbuntut tewasnya enam orang pengikut Rizieq.

Baca juga: Polri persilakan Komnas HAM bentuk tim dalami kematian pengikut Rizieq

Baca juga: Polda Metro kawal pemulangan jenazah enam pengawal Rizieq

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bupati Nganjuk diduga terima suap Rp2 juta hingga Rp50 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar