Liga Champions

Youssoufa Moukoko pecahkan rekor pemain termuda di Liga Champions

Youssoufa Moukoko pecahkan rekor pemain termuda di Liga Champions

Pemain Borussia Dortmund Youssoufa Moukoko (kanan) merayakan gol yang tercipta ke gawang Zenit St Petersburg pada pertandingan Grup F Liga Champions yang dimainkan di Gazprom Arena, St Petersburg, Selasa (8/12/2020). (Alexander Demianchuk/TASS via Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Pemain Borussia Dortmund Youssoufa Moukoko memecahkan rekor pemain termuda di Liga Champions, yang sebelumnya digenggam Celestine Babayaro, saat ia dimainkan pada pertandingan Dortmund kontra Zenit St Petersburg, Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Pada pertandingan yang dimenangi Dortmund dengan skor 2-1 tersebut, Moukoko dimainkan sebagai pengganti Felix Passlack pada menit ke-58. Ia tercatat di laman resmi UEFA, sedang berusia 16 tahun 18 hari.

Babayaro sebagai pemegang rekor sebelumnya mencatatkan hal serupa saat berusia 16 tahun 87 hari, ketika ia dimainkan pada pertandingan Anderlecht melawan Steaua Bucharest yang berakhir imbang 1-1 pada 1994 silam.

Baca juga: Dortmund puncaki Grup F setelah tekuk Zenit 2-1

Sebelumnya, pada 21 November, pemain kelahiran Kamerun Moukoko telah menjadi pemain termuda yang dimainkan di Liga Jerman pada usia 16 tahun satu hari.

Kemajuan sensasionalnya yang dicatatkan melalui beberapa level tim pemuda dalam beberapa musim belakangan, menjadikan Moukoko sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.

Moukoko telah memperkuat timnas Jerman U-20, dan secara reguler bermain di atas kelompok usianya saat meniti karier sebagai pemain muda di Dortmund. Ia memiliki catatan 141 gol dalam 81 pertandingan untuk Dortmund U-17 dan U-19.

Pada tim U-19 musim ini saja, ia telah mencatatkan sepuluh gol dari tiga penampilannya.

Baca juga: Spektakuler, anak ajaib Dortmund ini cetak enam gol
Baca juga: PSG vs Basaksehir ricuh akibat rasis, pemain tinggalkan lapangan
Baca juga: Lazio amankan tiket 16 besar pada pertandingan terakhir fase grup

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar