Apple Developer Academy cetak 400 siswa di Indonesia

Apple Developer Academy cetak 400 siswa di Indonesia

Dokumentasi - Logo Apple tergantung di atas pintu masuk toko Apple di 5th Avenue, Manhattan, New York, Selasa (21/7/2015). ANTARA/REUTERS/Mike Segar/am.

Jakarta (ANTARA) - Apple Developer Academy meluluskan 400 siswa di seluruh penjuru Indonesia, yang merupakan bagian dari tiga akademi yang berlokasi di Jakarta, Surabaya dan angkatan pertama yang lulus dari akademi berlokasi di Batam.

"Para siswa lulusan Apple Developer Academy tahun ini telah menunjukkan ketangguhan, kecerdasan dan tekad yang luar biasa, dalam beradaptasi dengan cara baru belajar secara langsung demi mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi iOS, dan berpartisipasi dalam ekonomi aplikasi yang berkembang dengan pesat," ujar Wakil Presiden Apple untuk Lingkungan, Kebijakan dan Inisiatif Sosial, Lisa Jackson, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu.

"Para lulusan ini meninggalkan akademi dengan ketrampilan yang penting yang dapat mereka gunakan untuk membuat dunia lebih baik, dan kita tidak sabar untuk melihat hal-hal luar biasa yang akan mereka capai," dia melanjutkan.

Dengan tantangan yang disebabkan oleh COVID-19, termasuk penutupan sementara lokasi akademi, para siswa diharuskan beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh, berkolaborasi dengan satu sama lain namun di tempat yang terpisah.

Dalam kurun 10 bulan ini, para siswa juga banyak mengembangkan aplikasi terkait New Normal yang mencakup dari ketentuan pelayanan perawatan darurat, platform e-commerce, hingga pembelajaran jarak jauh yang interaktif.

Kelompok developer siswa yang telah mengembangkan aplikasi tersebut antara lain Aura, sebuah alat untuk pelayanan perawatan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan epilepsi, dan Muara, sebuah pembelajaran jarak jauh yang interaktif untuk Museum Nasional Indonesia.

Ada pula Quipy, sebuah aplikasi yang mengelola inventaris, transaksi penjualan daring dan masukan konsumen melalui pintasan keyboard yang disesuaikan, dan Aksaraya, sebuah aplikasi yang fokus kepada preservasi skrip Jawa tradisional dengan menggunakan Apple Pencil dan iPad.

Aura, Quipy dan Aksaraya telah tersedia di App Store.

Beberapa siswa dari kelompok developer telah diundang ke Apple’s Entrepreneur Developer Camp for Women, dimana mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh panduan personal setingkat kode dari para ahli dan engineer Apple, sekaligus bimbingan, inspirasi dan wawasan dari pimpinan tertinggi Apple.

Sejumlah 13 lulusan akademi, sebagai pemenang beasiswa, juga sebelumnya telah menghadiri tiga edisi dari acara tahunan Apple, Worldwide Developer Conference.

Sejak 2017, lebih dari 450 siswa telah belajar di Apple Developer Academy di Indonesia, dengan 400 siswa terdaftar saat ini. Untuk kelas tahun depan, tercatat Apple Developer Academy telah menarik minat dari 80 kota di seluruh Indonesia, termasuk peningkatan 100 persen jumlah pendaftar perempuan dibandingkan dengan jumlah pendaftar tahun lalu.

Apple Developer Academy telah bekerja sama dengan institusi lokal terkemuka seperti BINUS University di Jakarta, Universitas Ciputra di Surabaya dan Infinite Learning di Batam.


Baca juga: Apple luncurkan headphone besar AirPods Max

Baca juga: Apple garap prosesor baru untuk Mac kelas atas

Baca juga: Seperti iPhone 12, Galaxy S21 bakal dijual tanpa charger?

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar