Penerapan prokes menjadi prioritas utama TPS Pilkada Cianjur

Penerapan prokes menjadi prioritas utama TPS Pilkada Cianjur

Petugas kesehatan di TPS di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, melakukan pemeriksaan suhu tubuh pemilih sebelum masuk ke TPS untuk menyalurkan aspirasinya, Rabu (9/12) (ANTARA/Ahmad Fikri)

Protokol kesehatan yang harus dipatuhi pemilih yang datang, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak serta mengunakan masker selama berada di lokasi TPS
Cianjur (ANTARA) - Penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas utama di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cianjur, Jawa Barat, Rabu (9/12) sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Protokol kesehatan yang harus dipatuhi pemilih yang datang, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak serta mengunakan masker selama berada di lokasi TPS," kata Ketua KPPS 29 Asep Mulyono. 

​​​Ia mengatakan protokol kesehatan menjadi keharusan yang diterapkan pada pilkada kali ini, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya agar tidak menjadi klaster baru setelah pilkada usai.

Baca juga: Satgas sebut rata-rata 90 persen TPS patuhi protokol kesehatan

Pemilih yang datang langsung mendapat pemeriksaan suhu tubuh, diharuskan mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos dan tidak disarankan berlama-lama di lokasi TPS.

Penyelenggara juga mengatur sistem pembagian waktu yaitu 50 orang pemilih per satu jam sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan di tiap-tiap TPS. Seperti yang terlihat di TPS 28, 29 dan 30 Perumahan Pesona Cianjur Indah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, hanya terlihat beberapa orang yang mengantri dengan posisi kursi terpisah jarak satu meter setiap orangnya.

Untuk menjaga kesterilan TPS terutama paku di bilik suara yang dipakai secara bergantian, meskipun pemilih diberi sarung tangan plastik, setiap dua orang usai menyalurkan aspirasinya petugas yang disiapkan menyemprot bilik suara dengan cairan disinfektan terutama dibagian paku yang dipakai untuk mencoblos kertas suara.

Pihaknya pun menyediakan bilik suara khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas rata-rata, sehingga keamanan pemilih lain dapat terjamin, meski hingga pukul 11.15 WIB,  jumlah pemilih yang datang sudah lebih dari 60 persen dari DPT sebanyak 455 orang, belum ada warga yang mengunakan bilik khusus.

Sama halnya di dua TPS lainnya, penerapan protokol kesehatan ketat menjadi keharusan yang diterapkan bagi pemilih termasuk panitia pemilihan yang menggunakan masker,  sarung tangan karet dan sudah menjalani tes cepat satu hari sebelum bertugas sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan masing-masing bebas dari COVID-19.



#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker
​​​​​​​#ingatpesanibucucitanganpakaisabun

​​​​​​​Baca juga: Petugas TPS di Pangalengan bertema SMA terapkan protokol kesehatan
Baca juga: Anggota DPD tinjau penerapan prokes Pilkada wilayah perbatasan

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar