Doni: Jangan lengah COVID-19 pilkada belum usai

Doni: Jangan lengah COVID-19 pilkada belum usai

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo berbicara dalam acara Monitoring Pelaksanaan Pilkada secara virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (9/12/2020). ANTARA/Tangkapan layar/Youtube BNPB/aa.

Pilkada ini belum berakhir hari ini saja, untuk kegiatan penghitungan kemungkinan-kemungkinan terjadi kerumunan masih tetap ada, oleh karenanya jangan lengah jangan kendor
Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan seluruh pihak agar jangan lengah terhadap bahaya COVID-19 dan berpikir bahwa tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah berakhir dengan selesainya pemungutan suara.

"Pilkada ini belum berakhir hari ini saja, untuk kegiatan penghitungan kemungkinan-kemungkinan terjadi kerumunan masih tetap ada, oleh karenanya jangan lengah jangan kendor," kata Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo di Jakarta, Rabu.

Doni mengingatkan itu karena sejumlah wilayah menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat tinggi bahkan mencapai 96 persen. Hal itu berpotensi membuat semua pihak lalai atau lengah karena berpikir angka kepatuhan tersebut akan tetap berada di angka tersebut.

Baca juga: Anggota DPD tinjau penerapan prokes Pilkada wilayah perbatasan

Baca juga: MPR: Antisipasi daerah penyelenggara pilkada berzona merah-oranye


"Oleh karenanya jangan lengah, jangan kendor, selalu cerewet, selalu nyinyir, selalu mengingatkan (protokol kesehatan). Karena tadi pagi kami melihat perkembangan seluruh provinsi ada yang tingkat kepatuhan rendah, peringatan yang diberikan petugas juga rendah sekali," ucap dia.

Namun, ketika pejabat terkait-nya diingatkan langsung, menurut Doni tingkat kepatuhannya terhadap protokol kesehatan langsung membaik.

"Artinya apa kalau ada pemberitahuan dan segera ditindaklanjuti pasti akan ada perubahan dan ini yang kita harapkan kerja sama antara pusat dan daerah berjalan dengan baik," ucap Doni.

Hal itu menurut dia semata-mata demi keselamatan bangsa dan keamanan masyarakat dari ancaman COVID-19, sehingga tidak ada yang terpapar akibat lalai protokol kesehatan dalam gelaran pilkada.

"Dan ini adalah salah satu tantangan besar bangsa kita yang hidup dalam alam demokratis, bisa menjalankan pilkada dalam keadaan aman dan tertib seperti ini merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan," ujarnya.

Baca juga: Mewujudkan TPS aman dengan protokol kesehatan

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendagri: Partisipasi politik masyarakat meningkat saat pandemi 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar