LSI: Ipuk-Sugirah unggul dalam Pilkada Banyuwangi

LSI: Ipuk-Sugirah unggul dalam Pilkada Banyuwangi

Peneliti LSI dan koordinator Area Jawa Timur-Bali Imam Fauzi Surahmat dalam konferensi pers di di Banyuwangi, Rabu (9/12/2020) (HO-Istimewa) (HO-Istimewa)

Banyuwangi (ANTARA) - Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Pilkada Banyuwangi 2020 menunjukkan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Banyuwangi nomor urut 02 Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah unggul dari pasangan calon nomor urut 01 Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy.

Data hitung cepat final yang dikeluarkan LSI dengan data sampel yang masuk mencapai 100 persen, pasangan Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy meraih 46,98 persen suara, sedangkan Ipuk Fiestiandani-Sugirah 53,02 persen suara atau selisih 6,04 persen dengan margin error plus minus 1 persen, dan tingkat partisipasi pemilih sebanyak 63,99 persen.

Baca juga: Paslon tunggal di Kabupaten Kediri klaim menang 76,58 persen

"Selamat kepada Ipuk-Sugirah, pemimpin baru Banyuwangi. Selamat bagi masyarakat Banyuwangi memiliki bupati dan wakil bupati baru," ujar peneliti LSI dan koordinator Area Jawa Timur-Bali Imam Fauzi Surahmat dalam konferensi pers di di Banyuwangi, Rabu.

Menurut dia, dengan selisih lebih dari 1 persen, hampir dipastikan data yang dirilis LSI tidak akan banyak berubah dari hasil akhir penghitungan suara KPU nantinya.

"Bisa kami sampaikan ini sangat bisa dipertanggungjawabkan, baik secara kredibiltas dan metode ilmiah penelitian, sehingga kecil kemungkinan hasil ini berubah dari hasil yang nantinya akan dirilis KPU," ucapnya.

Baca juga: Versi hitung cepat Petahana Trenggalek menang Pilkada 2020

"Dengan demikian sudah layak untuk mengucapkan selamat kepada masyarakat Banyuwangi telah memiliki pemimpin baru, yakni Ipuk-Sugirah," kata Imam.

Ia menjelaskan hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan kepala daerah yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Hasil hitung cepat ini, kata Imam, merupakan hasil sementara, dan hingga saat ini data terbaru yang lebih lengkap masih terus masuk ke lembaga survei yang melaksanakan hitung cepat.

Baca juga: Tim "LaDub" kawal penghitungan suara manual Pilkada Malang

Ia menegaskan bahwa hasil hitung cepat itu bukan hasil resmi Pilkada Banyuwangi 2020. Hasil resmi pilkada menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar