Kemarin, COVID-19 di Indonesia sampai pernyataan MUI soal insiden FPI

Kemarin, COVID-19 di Indonesia sampai pernyataan MUI soal insiden FPI

Ilustrasi - Virus Corona (COVID-19). ANTARA/Dok Antara.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita Humaniora kemarin (9/12) yang menarik perhatian pembaca dengan COVID-19 masih menjadi perhatian utama, mulai dari jumlah terbaru dari kasus positif di Indonesia sampai Wakil Wali Kota Probolinggo yang meninggal karena penyakit itu.

Selain itu terdapat berita soal BPJS Kesehatan yang mendapat penghargaan regional ASEAN dan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang meninggalnya simpatisan Front Pembela Islam (FPI).

Berikut beberapa berita Humaniora yang masih menarik dibaca hari ini:

Kasus positif COVID-19 Indonesia bertambah 6.058 jadi 592.900 orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 6.058 orang menjadikan total terakumulasi ada 592.900 kasus tercatat di Indonesia.

Wakil Wali Kota Probolinggo meninggal setelah dirawat karena COVID-19

Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri meninggal dunia pada Rabu (9/12) setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 19 hari akibat COVID-19.

BPJS Kesehatan dapat penghargaan dari asosiasi jaminan sosial ASEAN

BPJS Kesehatan mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Jaminan Sosial ASEAN berkat Monitoring Kerja Sama Strategis (MONIKS), aplikasi yang membuat semua kemitraan BPJS Kesehatan dengan institusi, kementerian, lembaga nasional maupun internasional dapat dipantau secara langsung.

MUI sesalkan meninggalnya simpatisan FPI

Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar menyesalkan insiden dengan aparat Kepolisian yang menyebabkan meninggalnya enam orang pendukung FPI dan mendorong semua pihak menghindarkan diri dari segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rutan Kelas IIB Batang berubah status menjadi Lapas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar