TPAKD percepat inklusi keuangan meski pandemi COVID-19

TPAKD percepat inklusi keuangan meski pandemi COVID-19

Tangkapan layar Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam webinar Rakornas TPAKD di Jakarta, Kamis (10/12/2020). ANTARA/Dewa Wiguna.

Jakarta (ANTARA) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong percepatan literasi dan inklusi keuangan di daerah meski berada dalam masa pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kami harus inovatif. Tanpa bertemu fisik, kami melakukan secara virtual dan melakukan inovasi dalam percepatan akses,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam webinar Rakornas TPAKD di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, OJK mengenalkan program Kredit Melawan Rentenir yang mulai dilakukan pada Juni 2020 kepada TPAKD di seluruh Indonesia.

Mulai Juni hingga Oktober 2020, lanjut dia, sudah ada 20 TPAKD di daerah yang menerapkan program kredit melawan rentenir dengan menyalurkan pembiayaan mencapai Rp589 miliar kepada lebih dari 48 ribu debitur.

Baca juga: Inklusi naik, OJK perlu dorong penerbitan instrumen investasi baru

Dalam program itu, kata dia, masing-masing TPAKD memanfaatkan budaya daerah setempat untuk merangkul masyarakat lebih luas.

Misalnya, lanjut dia, di Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat program sesuai dengan unsur atau kekhasan daerah yakni Kredit Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau Mawar Emas.

Kegiatan serupa juga diterapkan di daerah lain seperti di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Lombok Timur, dan TPAKD Provinsi Kalimantan Tengah.

Tak hanya dalam penyaluran kredit, TPAKD juga mengejar literasi dan inklusi keuangan bagi para pelajar melalui program “Kejar” atau satu rekening satu pelajar untuk membuat Simpanan Pelajar (Simpel) yang dilakukan secara digital.

Baca juga: Ketersediaan internet penting bagi pendidikan dan inklusi keuangan

“Saat ini sudah ada lebih dari 36 juta rekening,” imbuh Tirta Segara.

Meski saat ini kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dengan digitalisasi namun realisasi Simpel bisa meningkat.

Penyebabnya, lanjut dia, karena didukung perbankan yang melakukannya dengan digitalisasi yang dilakukan secara kolektif dengan peran TPAKD.

Adapun tujuan Simpel, kata dia, untuk menerapkan karakter atau budaya menabung dan hidup hemat kepada para pelajar yang dimulai sejak dini.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar