Mahasiswi di Flores Timur wisuda di kebun akibat kesulitan internet

Mahasiswi di Flores Timur wisuda di kebun akibat kesulitan internet

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Katarina Oa Jebe (tengah) didampingi kedua orang tua saat mengikuti acara wisuda secara daring di lahan perkebunan di Desa Baya, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (10/12/2020). ANTARA/HO-Warga Flores Timur Elias Wollo.

akses internet menjadi kebutuhan yang sangat penting
Kupang (ANTARA) - Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Katarina Oa Jebe yang berasal dari Desa Baya Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengikuti acara wisuda di lahan perkebunan akibat kesulitan mengakses internet di desa setempat.

"Iya betul, saudari sepupu saya sekarang sedang mengikuti wisuda di kebun karena acara wisuda digelar secara online sementara signal internet di desa kami susah didapat," kata warga Elias Wollo yang merupakan sanak keluarga dari Katarina Oa Jebe ketika dihubungi dari Kupang, Kamis.

Saat dihubungi, Elias mengaku sedang bersama beberapa sanak keluarga lain menemani Katarina Oa Jebe dan kedua orang tuanya untuk mengikuti wisuda di lahan perkebunan tersebut.

Ia menjelaskan, pihak keluarga sengaja memilih lokasi perkebunan karena ada jaringan internet sehingga mahasiswi Fakultas Kedokteran Undana itu bisa mengikuti wisuda secara daring dengan lancar.

Baca juga: UNJ gunakan robot pengganti mahasiswa dalam prosesi wisuda 2019/2020

Baca juga: IAIN Tulungagung gelar wisuda "drive-thru" dengan protokol kesehatan


"Lokasi perkebunan ini memang berada di perbukitan sehingga signal intenetnya bagus," katanya.

Lebih lanjut, Elias mengatakan kebutuhan akan akses jaringan internet hingga kini masih menjadi kesulitan yang dialami masyarakat di Desa Baya.

Masyarakat harus ke luar rumah mencari titik lokasi tertentu di sekitar desa setempat jika ingin mengakses jaringan internet.

Untuk itu, Elias berharap kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat untuk menangani kesulitan yang selama ini dialami masyarakat.

"Apalagi di era digital seperti ini kan akses internet menjadi kebutuhan yang sangat penting agar masyarakat bisa mengikuti berbagai perkembangan dunia," katanya.

Baca juga: Prosesi wisuda ULM hanya satu jam terapkan protokol kesehatan

Baca juga: Untidar wisuda 301 lulusan dengan protokol kesehatan ketat

 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Icip-icip Kompiang, camilan khas Manggarai NTT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar