MRT lakukan kontrak langsung pekerjaan rute Harmoni-Mangga Besar

MRT lakukan kontrak langsung pekerjaan rute Harmoni-Mangga Besar

Pekerja mempersiapkan alat berat untuk membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan halte TransJakarta Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (5/9/2020) dini hari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

Tidak hanya pengerjaan CP202, metode penunjukan langsung kontraktor juga dilakukan untuk pengerjaan CP205
Jakarta (ANTARA) - PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melakukan metode kontrak langsung atau penunjukan langsung kontraktor untuk (direct contracting) untuk pembangunan rute Harmoni-Mangga Besar atau CP202 pada fase fase 2 segmen 2 karena telah mengalami kegagalan lelang sebanyak dua kali berturut-turut.

"Tidak hanya pengerjaan CP202, metode penunjukan langsung kontraktor juga dilakukan untuk pengerjaan CP205 atau proyek pengadaan sistem perkeretaapian dan rel kereta," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dalam forum diskusi virtual di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan, direncanakan pengerjaan CP202 dan CP205 akan digabungkan.

Ia merinci kegagalan pertama tercatat di 2019 karena tenggat waktu dianggap terlalu singkat untuk rute Harmoni- Mangga Besar yang memiliki kendala teknis cukup rumit seperti kondisi tanah dan banyaknya bangunan.

Baca juga: Tender rangkaian kereta MRT digulirkan lagi Desember 2020

Selanjutnya lelang kedua dilanjutkan pada Februari-Juli 2020 dan hal serupa kembali terulang.

Kegagalan lelang juga terjadi pada CP205 untuk pengadaan sistem dan rel kereta api, khususnya terkait dengan masalah utama serah terima pengerjaan dari kontraktor sipil ke kontraktor pengadaan rel sehingga tidak ada pengajuan untuk pengerjaan proyek itu.

Dengan kegagalan lelang kontraktor yang berulang, maka dengan MRT Jakarta bersama dengan Kementerian Perhubungan melakukan perundingan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) selaku pihak yang menyediakan dana untuk proyek itu.

Kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pun menjadi faktor pembantu sehingga kesepakatan kontrak langsung itu akhirnya dapat tercapai untuk pengerjaan proyek fase 2 MRT Jakarta.

Baca juga: Pengerjaan Fase 2A Segmen 1 MRT Jakarta sudah 9,2 persen

"Untuk segera menyelesaikan fase 2 ini maka kontrak langsung paling lambat dilakukan Januari 2021 dan selesai pada Juni 2021. Sehingga pengerjaan paket CP202 dan CP205 bisa mulai pada Juli 2021. Karena itu JICA dan Pemerintah Indonesia perlu memformalkan metode ini dalam Minutes of Discussion (MOD) yang ditandatangi kedua belah pihak," ujar William.

Ada pun daftar kontraktor yang disiapkan MRT Jakarta untuk mengikuti proses kontrak langsung CP 202 untuk pengerjaan sipil dan sistem rel adalah PT Shimizu dan MOC JV.

Diharapkan dengan metode kontrak langsung itu maka rute Bundaran HI hingga Mangga Besar dapat berfungsi pada Agustus 2027.

William belum merinci, nilai investasi untuk fase dua tersebut, tetapi dalam pemberitaan sebelumnya pernah disebut angka Rp22,5 triliun.
 
Anggaran sebesar itu untuk pembangunan delapan stasiun dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat hingga kawasan Kota Tua di Jakarta Utara.
 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Proyek MRT tertunda, alasan kontraktor tidak wajar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar