Kemenperin gelar inkubator bisnis guna cetak wirausaha baru

Kemenperin gelar inkubator bisnis guna cetak wirausaha baru

Salah satu kegiatan inkubator bisnis yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri (BDI) Padang. ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian

Ada tiga pilar utama dalam membangun industri nasional, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Untuk pilar SDM, langkah strategis yang diambil guna memacu kinerja industri adalah dengan penumbuhan wirausaha industri baru melalui program inkubator bisni
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar inkubator bisnis guna mencetak wirausaha baru di bidang industri dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

“Ada tiga pilar utama dalam membangun industri nasional, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Untuk pilar SDM, langkah strategis yang diambil guna memacu kinerja industri adalah dengan penumbuhan wirausaha industri baru melalui program inkubator bisnis,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SACahyanto di Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan Inkubator bisnis yang diselenggarakan Balai Diklat Industri (BDI) Padang.

“BDI Padang merupakan unit pendidikan di bawah BPSDMI Kemenperin, telah menggelar kegiatan inkubator bisnis secara virtual pada awal Desember 2020 dengan tema Budaya Sumatera, dan ditutup dengan kegiatan Padang Fashion Fest 2020,” ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Eko menegaskan Kemenperin terus mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru dalam menyambut peluang era ekonomi digital.

“Di tengah masa pandemi ini, kami mendukung para wirausaha baru agar semakin mampu berinovasi, baik dari segi jenis produk, kualitas produk, model usaha, hingga cara pemasaran produk mereka. Salah satunya dengan memanfaatkan sistem penjualan online,” paparnya.

Hasil survei yang dilakukan oleh BPS menunjukkan sebanyak 31 persen responden makin banyak melakukan aktivitas belanja online selama Covid-19.

“Hal ini adalah peluang yang sangat baik bagi wirausaha baru di tengah segala kesulitan yang dilahirkan wabah berkepanjangan ini,” ujar Eko.

Selain menyiapkan tenant inkubator bisnis untuk melahirkan produk bordir dan fesyen yang berkualitas, BDI Padang juga mendidik para binaannya tersebut untuk terus berinovasi, baik dari segi jenis produk, proses produksi maupun teknik penjualan produk mereka.

Dalam program inkubasi juga diberikan materi mengenai sistem penjualan online guna menyambut peluang di masa pandemi.

BDI Padang melakukan pembinaan inkubator bisnis yang dimulai dengan proses seleksi pada Maret hingga peluncuran produk melalui gelaran Padang Fashion Fest 2020 pada Desember.

Rangkaian kegiatan ini meliputi pengenalan tenant, launching, fashion show, dan pitching produk tenant Inkubator Bisnis BDI Padang Tahun 2020.

“Kami juga menyelenggarakan talk show wirausaha yang menghadirkan pelaku industri fesyen nasional serta meningkatkan kemampuan pelaku IKM melalui workshop tie dye,” jelas Kepala BDI Padang, Surya Agusman.

Kegiatan BDI Padang Fashion Fest 2020 diikuti oleh 11 tim yang berjumlah 40 tenant Inkubator Bisnis BDI Padang Tahun 2020.

Para peserta merupakan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang menekuni berbagai jenis usaha di bidang bordir dan fesyen, yaitu Anak Kuantan dari Kabupaten Kuantan Singingi, Cantiang Ameh Tarancak dari Kota Solok, dan Samato dari Kabupaten Tanah Datar.

Kemudian, OANL dari Kota Padang, Little Pinci dari Kota Padang, Kiihz dari Kota Payakumbuh, Tigo Sarumpun dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Little Holland dari Kota Sawahlunto, Diella Bordir dari Kabupaten Padang Pariaman, dan Eco Paliko dari Kabupaten Lima Puluh Kota.

Baca juga: Balai Diklat Industri Kemenperin gelar program inkubator bisnis

Baca juga: Inkubator Bisnis lahirkan 22 wirausaha baru


Baca juga: Kemenperin gencar tumbuhkan wirausaha baru IKM di tengah pandemi

 

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kementerian Kelautan ajak milenial berwirausaha ciptakan lapangan kerja baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar