Saham Jerman balik melemah dengan indeks DAX 30 tergerus 0,33 persen

Saham Jerman balik melemah dengan indeks DAX 30 tergerus 0,33 persen

Bursa Saham Frankfurt, Jerman (Reuters)

Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (10/12/2020), berbalik melemah dari keuntungan dua hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt tergerus 0,33 persen atau 44,53 poin, menjadi menetap di 13.295,73 poin. Indeks DAX 30 bertambah 0,47 persen atau 61,77 poin menjadi 13.340,26 poin pada Rabu (9/12/2020), setelah menguat 0,06 persen atau 7,49 poin menjadi 13.278,49 poin pada Selasa (8/12/2020), dan melemah 0,21 persen atau 27,96 poin menjadi 13.271,00 poin pada Senin (7/12/2020).

Baca juga: Saham Jerman kembali naik dengan indeks DAX 30 bertambah 0,47 persen

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 30, sebanyak sembilan saham berhasil mencatat keuntungan dan 21 saham mengalami kerugian.

Perusahaan produsen otomotif BMW mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 2,42 persen.

Baca juga: Saham Jerman "rebound" dengan indeks DAX 30 menguat 0,06 persen

Disusul oleh saham perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing jatuh 2,25 persen dan 2,11 persen.

Di sisi lain, perusahaan jasa pengiriman makanan daring multinasional Eropa, Delivery Hero, melonjak 3,04 persen, menjadi pencetak keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Baca juga: Saham Jerman ditutup lebih rendah, indeks DAX 30 melemah 0,21 persen

Diikuti oleh saham perusahaam real estat Vonovia serta perusahaan pengembang perumahan Deutsche Wohnen, yang masing-masing menguat 1,68 persen dan 0,95 persen.

Grup perusahaan produsen bahan kimia BASF adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 341,15 juta euro (413,30 juta dolar AS).

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar