Dua Pengunjung Air Terjun Songgo Langit Tewas Tenggelam

Jepara (ANTARA News) - Dua korban tenggelam di objek wisata air terjun songgo langit, di Desa Blucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, akhirnya ditemukan pada Senin (31/5) sore, setelah dilakukan pencarian sejak Minggu (30/5) sore.

Menurut salah seorang anggota Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) Jepara, Ali Usman, di Jepara, Senin, kedua korban yang berhasil ditemukan tersebut, yakni bernama Ahmad Anas (19), warga Desa Somosari dan Uswatun Hasanah (20), warga Desa Mindahan, sama-sama dari Kecamatan Batealit, Jepara.

Kedua korban yang diketahui masih duduk di kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU), Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, ditemukan pada hari yang sama, yakni Ahmad Anas ditemukan pada Senin pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, sedangkan Uswatun Hasanah ditemukan sekitar 14.45 WIB.

Ahmad Anas ditemukan tewas tepat berada di bawah air terjun dengan kedalaman air sekitar satu meter dari permukaan air. "Sedangkan Uswatun ditemukan oleh Tim Sar Jepara sekitar lima meter dari pusat air terjun," ujarnya setelah melakukan pencarian sejak Minggu sore, (30/5).

Sebelum jenazah kedua korban diantarkan pulang ke rumahnya masing-masing, keduanya dilakukan visum di Puskesmas Kecamatan Batealit.

Ditambahkan anggota tim SAR lainnya, Zaenuddin, kedua korban tenggelam tersebut datang ke lokasi bersama 16 orang temannya yang merupakan rombongan pemuda dari wilayah Batealit untuk mengisi liburan.

"Mereka tiba di lokasi Minggu (30/5) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, beberapa di antara belasan rombongan tersebut mandi di lokasi air terjun," ujarnya.

Saat kedua korban diketahui sedang berupaya menyelamatkan diri dari kedalaman air yang cukup dalam, dua orang temannya berupaya menolong korban yang diduga tidak bisa berenang.

Namun, kedua temannya yang berupaya menolong tersebut justru ikut terseret derasnya air sungai setempat. "Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan cara pegangan ranting di tepi sungai, sedangkan dua korban tidak berhasil diselamatkan," ujarnya.

Ia mengatakan, lokasi kejadian terdapat palung dengan kedalaman air sekitar delapan meter. "Pengunjung yang tidak bisa berenang, sebaiknya berhati-hati karena kedalaman air cukup dalam," ujarnya.

Menurut keterangan penjaga objek wisata setempat, Dinoyo, kedua korban diketahui bermain-main di sekitar air terjun bersama dengan delapan rekan-rekannya sejak pagi.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba rombongan tersebut berteriak-teriak minta tolong memberitahukan ada rekannya yang tenggelam di sekitar air terjun.

Selain dua temannya, warga setempat juga memberikan pertolongan, namun kedua korban tak bisa diselamatkan. "Upaya penyelamatkan terhalang derasnya pusaran air di tempat kejadian," ujarnya.
(ANT/P003)

Pewarta: priya
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Menhub akan dirikan sekolah pelayaran di Labuan bajo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar