Kita berada di jalur untuk mengakses vaksin COVID-19 yang aman dan efektif pada kuartal pertama 2021
Abuja (ANTARA) - Nigeria mungkin berada di ambang gelombang kedua infeksi COVID-19, kata menteri kesehatan pada Kamis (10/12), saat pejabat lain mengatakan negara itu memperkirakan akan dapat mendistribusikan vaksin pada April tahun depan.

Menteri Kesehatan Osagie Ehanire mengatakan pada konferensi pers di Ibu Kota Abuja bahwa pekan lalu pihaknya mencatat 1.843 kasus, dibandingkan dengan 1.235 pada dua pekan sebelumnya.

"Kita mungkin berada pada ambang gelombang kedua pandemi ini," katanya. Pernyataannya itu datang satu hari usai Afrika Selatan mengumumkan telah resmi memasuki gelombang kedua.

Baca juga: Kasus COVID-19 meningkat, Nigeria batalkan rencana siswa masuk sekolah
Baca juga: Menlu Nigeria positif COVID-19


Dalam taklimat mingguan satuan tugas COVID-19 Nigeria, Ehanire mengatakan lonjakan dalam jumlah kasus sebagian besar akibat peningkatan infeksi di komunitas-komunitas dan, dalam porsi yang lebih sedikit, oleh para pengunjung yang masuk ke Nigeria.

Dia mengatakan telah memerintahkan pembukaan kembali semua pusat perawatan isolasi yang telah ditutup sebelumnya karena jumlah pasien yang menurun.

Nigeria, dengan populasi sekitar 200 juta orang, telah mencatat 70.669 kasus yang dikonfirmasi, dengan 1.184 orang meninggal dunia menurut hitungan hingga Kamis (10/12).

Menantikan tibanya vaksin, direktur eksekutif Badan Pengembangan Kesehatan Utama Nasional, Faisal Shuaib, mengatakan Nigeria berencana untuk mengaksesnya melalui inisiatif Covax yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kita berada di jalur untuk mengakses vaksin COVID-19 yang aman dan efektif pada kuartal pertama 2021," ujarnya.

Menteri kesehatan mengatakan pada taklimat itu bahwa Nigeria berharap untuk mulai dengan setidaknya 20 juta dosis dari fasilitas Covax, dengan terlebih dahulu memberikannya kepada pekerja sektor kesehatan dan mereka yang rentan terhadap risiko terinfeksi, termasuk penduduk lanjut usia.

Pada Kamis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mendorong negara-negara kaya yang telah memesan lebih banyak vaksin COVID-19 dari yang dibutuhkan untuk mempertimbangkan pemberian dosis lebih itu kepada Afrika.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tenaga kesehatan Nigeria unjuk rasa tuntut upah penanganan COVID-19
Baca juga: Kasus COVID-19 menurun, sekolah di Lagos Nigeria siap dibuka

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2020