Menko Luhut berpesan agar UMKM perhatikan pentingnya kemasan produk

Menko Luhut berpesan agar UMKM perhatikan pentingnya kemasan produk

Ilustrasi - Seorang pelaku UMKM menata barang kerajinannya pada Bazar Produk Kerajinan Lokal Ecofriendly di Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc. (ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan berpesan kepada pelaku UMKM untuk memperhatikan pentingnya kemasan atau packaging suatu produk.

"Sekali lagi saya titip kepada teman-teman UMKM, kita mesti mencontoh Jepang terkait mengenai kemasan atau packaging yang betul-betul menarik," ujar Luhut dalam seminar daring di Jakarta, Sabtu.

Menurut Menko Luhut, inovasi-inovasi seperti packaging ini tolong diperhatikan, mengingat seperti sebelumnya disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bahwa negara Timur Tengah sangat tertarik pada investasi semacam ini (UMKM) atau mereka juga sangat ingin melihat barang-barang seperti ini.

"Dengan jejaring yang dibuat oleh Kementerian BUMN dan Kementerian di Timur Tengah, saya kira akan banyak pasar yang bisa kita masuki di kawasan Timur Tengah. Jadi saya titip sekali lagi mengenai UMKM ini, ayo kemasan atau packaging-nya, efisien, kebersihan, rasa, dan inovasi-inovasi itu perlu ada yang men-training untuk ini," katanya.

Baca juga: Menko Luhut: 30 juta UMKM akan diajak masuk ekosistem digital 2021

Menko Luhut juga berpesan agar ecommerce-ecommerce besar seperti Shopee membantu pelatihan kepada UMKM dalam hal kemasan, pemasaran, financing dan sebagainya.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan motor penggerak dalam upaya pemulihan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi COVID-19.

Bukti kepedulian pemerintah terhadap UMKM tersebut diwujudkan dalam pengalokasian anggaran untuk kesejahteraan masyarakat dan UMKM yang mencapai separuh dari total anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk Program PEN, yang sekitar Rp350 triliun di antaranya dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan UMKM.

Baca juga: OJK: 5,8 juta debitur UMKM dapat relaksasi kredit

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar