Pasien COVID-19 di Palangka Raya bertambah 37 orang

Pasien COVID-19 di Palangka Raya bertambah 37 orang

Ilustrasi. Warga mengikuti tes cepat sebagai upaya deteksi dini paparan COVID-19 di Palangka Raya, Rabu (2/12/2020) (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Emi Abriyani mengatakan pasien COVID-19 di Kota Palangka Raya bertambah 37 orang.

"Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Palangka Raya kembali meningkat. Data terbaru telah terjadi penambahan 37 kasus sehingga akumulasi pasien positif COVID-19 tercatat 1.648 kasus," kata Emi di Palangka Raya, Sabtu.

Dia mengatakan berdasar data yang dihimpun satgas, untuk warga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang masih dalam perawatan sebanyak 277 orang atau sebanyak 16,81 persen dari total kasus positif.

"Sementara itu tingkat kesembuhan berada di angka 78,81 persen dari total kasus positif atau tercatat sebanyak 1.295 kasus sembuh dari paparan COVID-19 usai bertambah tiga pasien sembuh," katanya.

Dari seluruh kasus COVID-19 yang ada juga tercatat jumlah kematian pasien sebanyak 76 orang usai terjadi penambahan dua kasus meninggal dunia. Sementara masyarakat yang berstatus suspek COVID-19 tercatat 823 orang.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Palangka Raya bertambah 21 orang

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Palangka Raya 84,81 persen


Data tersebut berhasil dihimpun dari seluruh wilayah di Kota Palangka Raya mencakup lima kecamatan yang mencakup 30 kelurahan. Bertambahnya kasus COVID-19 tersebut menurut Murni juga bentuk keberhasilan tim kesehatan dalam melakukan penelusuran kontak erat antara masyarakat dengan pasien positif.

Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui tim gugus tugas terus melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi, deteksi dini, pengamanan hingga penanganan kasus.

Pemerintah Kota Palangka Raya pun mengajak masyarakat di wilayah "Kota Cantik" untuk selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagai upaya meminimalkan potensi dan mencegah mata rantai penyebaran COVID-19 yang tak kunjung usai.

Saat ini Wali Kota Palangka Raya juga telah menerapkan peraturan wali kota tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Bagi masyarakat yang terbukti melanggar peraturan wali kota tersebut akan dikenakan sanksi baik berupa teguran tertulis, sanksi sosial, sanksi administrasi hingga pencabutan izin operasional usaha.

"Selalu jaga jarak minimal satu hingga dua meter dan selalu gunakan masker. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Hindari kerumunan dan selalu taati arahan dan anjuran pemerintah," katanya.

Baca juga: Satgas: 47 jemaat satu gereja di Palangka Raya terpapar COVID-19

Baca juga: Satgas COVID-19 Palangka Raya tak temukan pelanggaran prokes di TPS

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polri gandeng Senkom sebagai pelacak COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar