13 Taman Hutan Raya di Surabaya dibuka jelang libur Nataru 2021

13 Taman Hutan Raya di Surabaya dibuka jelang libur Nataru 2021

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat keliling Taman Hutan Raya Balasklumprik di komplek kantor Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Jumat (11/12/2020) (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Sekitar 13 Taman Hutan Raya (Tahura) di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah dibuka menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang di Surabaya, Sabtu, memastikan bahwa sebanyak 13 Tahura di berbagai titik di Surabaya sudah dibuka. Tentunya, kata dia, ketika para pengunjung masuk ke Tahura itu harus selalu menerapkan protokol kesehatan karena saat ini masih masa pandemi.

"Seperti yang disampaikan Bu Wali Kota, Tahura ini bisa menjadi alternatif wisata saat libur Natal dan tahun baru," kata Herlambang.

Adapun hutan kota yang ada di Surabaya di antaranya Hutan Pakal, Hutan Mangrove Wonorejo, Hutan Warugunung, Hutan Kota Balas Klumprik, Hutan Lempung Perdana, Hutan Mangrove Gunung Anyar dan Hutan Bambu Keputih.

Baca juga: Pengunjung taman hutan raya di Surabaya dilarang bawa plastik

Baca juga: Tahura WAR jelaskan penutupan akses jalan Talang Mulya


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya meminta warga Surabaya memanfaatkan hutan kota untuk bermain dan belajar dari pada keluar kota selama libur Nataru 2021.

"Saya harap warga jangan liburan ke luar kota atau keluar negeri dulu selama pandemi, khusus tahun ini aja. Ini demi kebaikan bersama," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan membuka hutan kota untuk warga Surabaya berlibur. Meskipun mungkin tidak seperti yang dibayangkan liburan pada umumnya, akan tetapi minimal dapat mengisi waktu dan kegiatan selama liburan.

Wali Kota Risma juga telah meresmikan Taman Hutan Raya Balasklumprik di komplek kantor Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jumat (11/12).

Risma menjelaskan Tahura Balasklumprik itu luasnya sekitar 4 hektare dan penanamannya sudah dimulai sekitar Bulan Desember 2010. Kini, tanaman itu sudah tumbuh besar dan kawasan itu sudah berubah menjadi hutan, berbagai infrastruktur penunjang sudah jadi, sehingga ia berharap Tahura tersebut bisa menjadi tempat wisata sekaligus bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar.

"Jadi, gerakan kita mengarah ke lingkungan karena kita mendapatkan oksigen dari tempat ini, sehingga nanti ini akan menjadi tempat wisata, dan sekaligus juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar," kata Risma.

Adapun keunikan di Tahura Balasklumprik itu adalah spot sepeda air di bozem, ada area kemping untuk Pramuka, ada ternak bebek, dan juga kawasannya sudah berbentuk hutan tanaman dengan sekitar 200 jenis, mulai dari tanaman pelindung, buah-buahan hingga tanaman pangan.

Kawasan tersebut, kata dia, juga dilengkapi Sentra Wisata Kuliner, sehingga tidak perlu keluar Tahura untuk mencari makan dan minum.*

Baca juga: Kebakaran terjadi di Taman Hutan Raya Sultan Adam Banjar Kalsel

Baca juga: Tahura Paser kembangkan agroforestry

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Temukan 21 juta data ganda, Mensos kembali sambangi KPK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar