Kota Bogor tegaskan tidak ada perayaan Malam Tahun Baru 2021

Kota Bogor tegaskan tidak ada perayaan Malam Tahun Baru 2021

Tugu Kujang merupakan salah satu lokasi favorit di Kota Bogor untuk merayakan malam tahun baru. (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Pemilik dan pengelola usaha jasa, industri, maupun seluruh warga agar mematuhui aturan berlaku
Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menegaskan tidak ada perayaan Malam Tahun Baru 2021 di daerah itu pada Kamis 31 Desember 2020 malam.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor, Alma Wiranta, melalui pernyataan tertulisnya di Kota Bogor, Minggu, menyatakan penegasan Pemkot Bogor tersebut diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 003.2/4743-Huk.HAM tentang Tertib Kegiatan Masyarakat pada Malam Pergantian Tahun Baru 2020-2021di Masa Pandemi COVID-19 di Kota Bogor.

Menurut Alma Wiranta, Surat Edaran Wali Kota Bogor ini menegaskan bahwa tidak ada perayaan tahun baru dengan kerumunan, pada situasi pandemi COVID-19 saat ini.

Baca juga: Jalani isolasi, Sekda Kota Bogor terkonfirmasi positif COVID-19

Surat Edaran Wali Kota Bogor yang ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya di Kota Bogor, Selasa, 8 Desember 2020, berisi empat poin.

Surat Edaran Wali Kota Bogor itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat dengan tembusan kepada Ketua Sekretariat Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor, serta pimpinan dari semua organisasi di Kota Bogor.

Empat poin aturan dalam Surat Edaran Wali Kota Bogor tersebut meliputi, pertama, tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam pergantian tahun baru 2020-2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan atau keramaian pada kegiatan masing-masing.

Baca juga: Dirut RS UMMI positif COVID-19, dirawat di ICU RSUD Kota Bogor

Kedua, tim yang dibentuk pada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Bogor, melaksanakan kegiatan edukasi dan pengawasan untuk menjamin tidak terjadinya kerumunan, serta mendisiplinkan tamu pengunjung agar tetap patuh pada protokol kesehatan COVID-19.

Ketiga, kegiatan operasional usaha restoran, usaha pariwisata, atau usaha jasa lainnya, yang dinyatakan boleh melaksanakan kegiatan agar tetap mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: BNPB dan Satgas dukung persiapan RS Darurat COVID-19 Kota Bogor

Keempat, Pemerintah Daerah Kota Bogor, bersama TNI, Polri, dan tim penegakan disiplin tertib kesehatan, akan menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Menurut Alma Wiranta, penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) pada malam tahun baru 2020-2021, selain Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 003.2/4743-Huk.HAM ini, juga dilengkapi dengan Peraturan Wali Kota Bogor yang telah berlalu sebelumnya.

Baca juga: Bogor akan gunakan kantor dinas dan GOR untuk rumah sakit darurat

Peraturan Wali Kota Bogor itu adalah, Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 57 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19, serta Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 110 Tahun 2020 tentang PSBMK di Kota Bogor.

"Pemilik dan pengelola usaha jasa, usaha industri, maupun seluruh warga Kota Bogor agar mematuhui aturan yang berlaku, agar kegiatan ekonomi tetap berjalan, serta kesehatan dan keselamatan warga juga terlindungi," katanya.

Sesuai Peraturan Wali Kota Bogor tentang PSBMK, bahwa sektor ekonomi yakni restoran, kafe, pusat kuliner, maupun pusat perbelanjaan, boleh beroperasi hingga pukul 22:00 WIB.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kota Bogor hari ini meningkat jadi 65 kasus




 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penangananan kerumunan jelang pergantian tahun di sejumlah daerah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar