Partisipasi pemilih Pilkada Serentak 2020 di Jateng capai 74,34 persen

Partisipasi pemilih Pilkada Serentak 2020 di Jateng capai 74,34 persen

Petugas KPPS meneteskan tinta ke jari warga yang sudah mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 039 pada Pilkada Kota Solo 2020 di Dukuhan, Nayu, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.

Semarang (ANTARA) -
Angka partisipasi jumlah pemilih pada Pilkada Serentak 2020 di 21 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah mencapai 74,34 persen atau naik 5,80 persen dari Pilkada 2015 yang hanya sebesar 68,54 persen.

"Alhamdulillah pilkada berjalan lancar, partisipasi (pemilih) meningkat, total ada 74,34 persen. Iya justru semua kaget karena riset disampaikan ayo tunda pilkada, ternyata partisipasi tinggi. Semua bisa datang dan tertib," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin.

Baca juga: Ganjar bersama KPU-Bawaslu bahas skenario darurat pilkada saat pandemi

Baca juga: Ganjar minta KPU-Bawaslu pertimbangkan usulan penundaan pilkada

Menurut dia, keberhasilan pesta demokrasi tersebut tidak lepas dari upaya penyelenggara, para calon, partai politik, dan sukarelawan sehingga tahapan pilkada dari awal sampai penghitungan berjalan lancar, serta aman.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada para calon, partai-partai pengusung dan pendukung termasuk para sukarelawan karena mereka bisa menjaga kondisi ini. Mulai dengan tahapan 'nyoblos', hitung suara sampai 'quick count' muncul. Biasanya ada ramai sampai hari ini bisa tenang dan tadi dievaluasi hampir di seluruh tempat di Indonesia relatif aman," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Ganjar, dari 21 kabupaten/kota yang melangsungkan Pilkada Serentak 2020 ada dua daerah di Jateng yang perlu mendapat perhatian karena memiliki selisih sedikit yakni Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Rembang.

"Ada dua kabupaten yang menjadi perhatian karena selisihnya sedikit, Rembang dan Purworejo, tapi tentu saja kita serahkan kepada para calon kepala daerah," katanya.

Kepada para pasangan calon yang unggul dalam hitung sementara perolehan suara, Ganjar berpesan untuk tidak melakukan selebrasi yang mengakibatkan kerumunan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Yang menang tidak usah selebrasi dengan mengumpulkan dulu, dengan doa saja tunggu sampai pelantikan," ujarnya.

Baca juga: Bawaslu Jateng telusuri politik uang pilkada di empat kabupaten

Baca juga: Kapolda: Semua daerah penyelenggara Pilkada prioritas pengamanan

Selain angka partisipasi pemilih yang relatif tinggi, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jateng belum berdampak terhadap penyebaran virus COVID-19, namun Ganjar masih menunggu beberapa hari ke depan untuk memastikannya.

"Sampai hari ini belum terasa, tapi kita menunggu kalau kena di situ maka setidaknya 4-7 hari. Sampai hari ini belum terlihat, karena memang kerumunan hampir-hampir tidak terjadi," katanya.

21 kabupaten/kota yang hari ini menggelar Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Jawa Tengah adalah Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Rembang, dan Kota Surakarta.

Kemudian, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bawaslu Jateng catat 95 dugaan pelanggaran netralitas ASN di Pilkada 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar