LLDIKTI: Sebagian besar kampus di DIY tetap terapkan kuliah daring

LLDIKTI: Sebagian besar kampus di DIY tetap terapkan kuliah daring

Ilustrasi - Dosen menyampaikan materi Tata Hidang kepada mahasiswa saat perkuliahan secara daring di Jaya Wisata International Hotel School, Denpasar, Bali, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww/am. (.)

"Kita lihat risikonya bagaimana. Kita lihat dulu beberapa kampus kan sudah masuk tatap muka," kata Sultan.
Yogyakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof Didi Achjari memperkirakan sebagian besar kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta masih akan menerapkan perkuliahan secara daring pada semester genap 2020/2021 atau Januari 2021.

"Dugaan kami sebagian besar kampus di DIY akan menggunakan daring dan hybrid (campuran luring dan daring). Kalau luring dugaan saya masih minoritas," kata Didi Achjari saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Menurut Didi, meski sudah ada Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 yang memperbolehkan dimulainya perkuliahan tatap muka pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, kampus dipersilahkan menerapkan pola perkuliahan sesuai kemampuan masing-masing.

"Tidak ada kewajiban menerapkan konsep yang sama karena kemampuan dan kesiapan kampus berbeda-beda," kata dia.

Menurut dia, perkuliahan dengan tatap muka secara penuh akan membutuhkan banyak tambahan ruangan karena ada pembatasan kuota mahasiswa untuk menerapkan jaga jarak fisik.

"Perlu kita cermati bersama bahwa tidak semua kampus di DIY yang secara sarana dan prasarana siap menjalankan aturan yang digariskan Dirjen Dikti," kata dia.

Oleh sebab itu, Didi memperkirakan untuk awal 2021, baru perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap memulai perkuliahan tatap muka meski tetap dengan sejumlah catatan, di antaranya memprioritaskan mahasiswa semester awal 2020 dan mahasiswa yang masa studinya hampir habis.

"Sejauh yang kami tahu seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan mencoba tatap muka dengan mengikuti arahan Dirjen Dikti," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana menjadikan kegiatan perkuliahan di kampus sebagai acuan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Kita lihat risikonya bagaimana. Kita lihat dulu beberapa kampus kan sudah masuk tatap muka," kata Sultan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan apabila pembelajaran tatap muka di kampus berjalan dengan baik dan aman, kemungkinan akan diikuti pendidikan menengah di DIY.

Meski demikian, Pemda DIY akan melihat untung rugi pembelajaran tatap muka dengan lebih dahulu mengevaluasi kesiapan masing-masing sekolah, perilaku anak, perilaku keluarga terhadap protokol kesehatan.
 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar