Media-media berbagi pengalaman monetisasi alternatif

Media-media berbagi pengalaman monetisasi alternatif

Ilustrasi Google (REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Media-media berbagi pengalaman monetisasi alternatif dan peralihan ke programmatic dalam Google for Media yang tayang di akun YouTube Google Indonesia, Selasa. Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam sambutannya berterimakasih karena Google telah berbagi mengenai pentingnya model monetisasi alternatif dan ekosistem digital yang dinamis. 

Pendiri dan CEOAsumsi, Pangeran Siahaan, yang menjadi pembicara untuk berdiskusi mengenai “Crowdfunding news in Indonesia” menuturkan Asumsi sudah mencoba model crowdfunding sejak awal 2020 lewat platform YourMedia.

"Kami merasa bisa membuat audience kami yang paling banyak ini adanya di YouTube untuk berkontribusi secara finansial kepada pembuatan atau produksi dari video kami. Kalau orang suka saat mereka menonton, mereka bisa berkontribusi paling kecil Rp10 ribu untuk berandil kepada pembuatan video kami. Sejauh ini receptionnya sangat menggembirakan, karena ada yang mencapai jutaan views per video," ujar dia.

Sementara itu, Online Partnerships Group, Google APAC, Ari Fadyl, Strategic Partner Leader, menjelaskan tentang transisi pembelanjaan iklan ke dunia programmatic. Ia mengatakan, programmatic merupakan solusi bagi industri periklanan agar proses pembelajaan iklan lebih efisien dan modern sehingga bisa mengimbangi pertumbuhan media digital yang pesat.

Baca juga: California gabung pemerintah AS gugat Google

Baca juga: COVID-19 hingga "Tilik" jadi trending Google Year in Search 2020
Media lain menjelaskan tentang pengalaman mereka dalam memanfaatkan programmatic.

Head of Ads Operations detiknetwork Arief Rizqi Masardi mengungkapkan, “Dari data yang kami miliki, pada tahun 2020 terdapat meningkatkan permintaan sebanyak tiga kali dari pengiklan terkait segmentasi audiens."

Dia juga menuturkan ada 10 kali peningkatan terkait brand safety sebuah iklan terhadap konten-konten yang ada di detiknetwork. Selain itu, diketahui juga bahwa kini pengiklan sudah semakin sadar terhadap viewability rate pada display dan completion rate pada video, di mana peningkatan permintaan mencapai empat kali.

VP Sales Operation emtek digital Sundjoyo Sukowijoyo menambahkan, pengiklan ingin konten mereka dilihat sasaran yang tepat di kategori tertentu Oleh karena itu, dia menyebutkan pentingnya first-party audience yang membuat mereka mencoba mengumpulkan semua data yang ada dari aset yang dimiliki untuk diolah. Pada akhirnya, mereka bisa menemukan siapa audiens yang ada di dalam emtek digital.

"Selain penentuan teknologi yang digunakan dalam periklanan, yang penting juga adalah penerbit berita harus terus berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas kontennya.”

Head of Business Development, IDN Media Sylvia Alexandra Sudradjat menyampaikan, “Direct buying memang masih menjadi pilar utama di IDN Media, namun peningkatan pada programmatic terus terjadi. Hal ini karena para pengiklan semakin mengerti dan target audiensnya juga semakin objektif sehingga peran programmatic semakin dibutuhkan.”

Baca juga: Karyawan Google kembali "ngantor" September 2021

Baca juga: Layanan "down", Tim YouTube: Kami menyadari dan menyelidikinya

Baca juga: YouTube dan sejumlah layanan Google "down"


Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kata Google soal aman berinternet untuk keluarga (bagian 3 dari 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar