KPU Sleman : Penetapan pasangan terpilih tunggu ada tidaknya gugatan

KPU Sleman : Penetapan pasangan terpilih tunggu ada tidaknya gugatan

Dokumentasi--Warga memasukkan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8 Kalitengah Lor di Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (9/12/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.

Kami masih menunggu ada tidaknya gugatan sengketa Pilkada Sleman di MK. Jika tidak ada maka MK akan mengirimkan surat pemberitahuan tidak ada gugatan kepada kami
Sleman (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan bahwa penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Sleman 2020 masih menunggu ada tidaknya gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi baik dari pasangan calon maupun pihak terkait lainnya.

"Kami masih menunggu ada tidaknya gugatan sengketa Pilkada Sleman di MK. Jika tidak ada maka MK akan mengirimkan surat pemberitahuan tidak ada gugatan kepada kami," kata Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi di Sleman, Selasa.

Menurut dia, tiga hari setelah MK mengirim surat tidak ada gugatan sengketa Pilkada Sleman maka KPU Sleman akan melakukan penetapan pasangan calon yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2020-2024.

Baca juga: KPU Kota Depok tetapkan Idris-Imam unggul 55,55 persen

"Jadi setelah kemarin (Senin 14/12) kami melakukan penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara, maka tahapan selanjutnya adalah menunggu ada tidaknya gugatan sengketa ke MK. Jika tidak ada, dan MK sudah mengirimkan surat maka kami tindaklanjuti dengan penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sleman terpilih," katanya.

Ia mengatakan, dalam penetapan rekapitulasi perolehan suara diperoleh hasil pasangan nomor urut 03 Kustini Sri Purnomo - Danang Maharsa unggul dalam perolehan suara yakni sebanyak 217.921 suara atau 38,4 persen.

Kemudian pasangan nomor 02 Sri Muslimatun - Amin Purnama memperoleh suara sebanyak 177.588 suara atau 31,3 persen dan pasangan nomor 01 Danang Wicaksana Sulistya - Raden Agus Choliq mendapatkan 171.083 suara atau 30,2 persen.

"Hasil tersebut merupakan penghitungan manual dari 2.125 TPS. Hasil rekapitulasi tersebut dapat diterima dan tidak ada keberatan baik oleh Bawaslu Kabupaten Sleman maupun saksi-saksi dari tiga pasangan calon," katanya.

Baca juga: Paslon Zaiful Bokhari-Sudibyo gugat hasil Pilkada Lampung Timur

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo dalam arahan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengatakan perhelatan pemungutan suara dalam Pilkada Sleman telah dilaksanakan. KPU sudah selesai melakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten yang diselenggarakan kemarin.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPU Sleman dan Bawaslu Sleman yang telah menyelenggarakan perhelatan ini dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Sleman juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, Kejaksaan dan seluruh komponen Forkopimda yang telah mendukung agar penyelenggaraan pesta demokrasi di Sleman berjalan aman dan lancar.

"Kita semua mempunyai kepentingan yang sama atas Pilkada ini, yaitu harapan lahirnya Kepala Daerah terbaik yang sesuai dengan kehendak masyarakat Sleman," katanya.

Baca juga: Kustini-Danang unggul sementara versi hitung cepat Pilkada Sleman
Baca juga: Bupati Sleman: Wabah COVID-19 dan ekonomi tantangan bupati terpilih

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden Jokowi lantik gubernur-wakil gubernur Sulut dan Kaltara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar