PP Properti fokus kembangkan kawasan baru di Bekasi

PP Properti fokus kembangkan kawasan baru di Bekasi

PT PP Properti Tbk mengembangkan Kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL) di Bekasi, dengan konsep floating city. ANTARA/HO/PT PP Properti.

Kami akan tetap berkarya melewati masa pandemi COVID-19 ini, dengan menerapkan protokol kesehatan di seluruh proyek pembangunan mal dan hotel serta mendukung peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi (PSBB Transisi).
Jakarta (ANTARA) - BUMN pengembang properti, PT PP Properti Tbk memastikan di tengah pandemi COVID-19 perusahaan tetap fokus mengembangkan sejumlah proyek properti, salah satunya pembangunan kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL) dengan konsep “floating city” di Bekasi, Jawa Barat.

“Kami akan tetap berkarya melewati masa pandemi COVID-19 ini, dengan menerapkan protokol kesehatan di seluruh proyek pembangunan mal dan hotel serta mendukung peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi (PSBB Transisi),” kata Direktur Utama PP Properti Tbk Sinurlinda Gustina, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Linda, optimisme bahwa dengan hadirnya vaksin COVID-19 dalam waktu dekat diharapkan dapat meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat yang akan membangkitkan geliat pasar properti nasional.

Baca juga: Pekerja terdampak di sekitar PT PP diberi bantuan kebutuhan pokok

Ia menjelaskan PP Properti saat ini telah merampungkan delapan proyek residensial, mengoperasikan dan memiliki pusat perbelanjaan di Surabaya, Bekasi dan Balikpapan serta lima hotel yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Pekanbaru ditambah satu hotel sedang dalam pembangunan di Lombok.

Saat ini, perseroan juga mempunyai 2 proyek “mixed use” dan 12 proyek hunian serta satu bussines park di Kawasan Bandara Kertajati - Majalengka. Dari 12 lokasi proyek hunian dalam tahun 2020 ini, akan ada tujuh tower yang akan serah terima ke konsumen yang berlokasi di Depok, Serpong, Surabaya, Malang, dan Semarang.

Khusus untuk Kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Linda mengatakan, kawasan ini berada di atas lahan seluas 28 hektare (ha) yang berlokasi di Kalimalang-Bekasi, dekat pintu tol Bekasi Barat yang menghubungkan Kota Bekasi dengan DKI Jakarta.

Baca juga: Progres pembangunan Sirkuit Mandalika capai 32,50 persen

Pembangunan infrastruktur di Kawasan Grand Kamala Lagoon berada di atas air yang dibangun diatas air dan oleh PTPP, sehingga kawasan ini disebut “floating city”.

Pengembangan kawasan ini terdiri lebih dari 25 tower yang akan saling terintegrasi antara residensial, mall, office tower, hotel dan convention hall.

Grand Kamala Lagoon merupakan Kawasan “mixed use” pertama produk PP Properti, dirancang sebagai icon baru Kota Bekasi yang di Design oleh konsultan Perencana Kawasan Internasional ternama dari Amerika Serikat yaitu Development Design Group (DDG) dengan konsep Green Environment, Green Development dan bring everything closer”.

“Saat ini infrastruktur kota Bekasi didekat kawasan tersebut sedang terus ditingkatkan, yaitu Light Rail Transit (LRT) Trase Bekasi-Cawang, Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, dan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan,” katanya.

Kota Bekasi adalah salah satu daerah yang mengalami pertumbuhan pesat selama 15 tahun terakhir, tingginya aksesibilitas kota Bekasi menjadi salah satu faktor pendukung semakin tingginya angka pemukiman di Kota Bekasi.

Pembangunan infrastruktur dan lengkap dengan fasilitas penunjang menyebabkan banyaknya permintaan hunian di kota Bekasi, sehingga angka hunian naik dengan konsisten setiap tahun.

Grand Kamala Lagoon menyodorkan konsep hunian yang nyaman dan sehat, didukung dengan aspek berupa penempatan titik ventilasi yang nyaman di setiap koridor unit, serta desain tata ruang yang dibuat sedemikian rupa, yang membuat sirkulasi udara dan pencahayaan mengalir dengan baik.

“Apartemen Grand Kamala Lagoon mendapatkan Greenship Gold Certified dari Green Building Council Indonesia pertama di Indonesia untuk gedung apartemen dengan sertifikat tepat guna lahan, efisiensi dan konversi energi, konversi air, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang serta manajemen lingkungan bangunan,” ujar Linda.

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mensos Risma fasilitasi eks gelandangan dan pemulung kerja di perusahaan BUMN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar