Bocah 12 tahun tenggelam di Kali Pesanggrahan

Bocah 12 tahun tenggelam di Kali Pesanggrahan

Tim SAR menyusuri Kali Pesanggrahan menggunakan perahu karet mencari korban hanyut anak laki-laki berusia 12 tahun, Rabu (16/12/2020). ANTARA/HO-Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta.

ternyata kali tersebut dalam serta korban tidak mempunyai kemampuan untuk berenang
Jakarta (ANTARA) - Seorang bocah laki-laki, Rangga Aditya (12) tenggelam karena tidak bisa berenang sehingga korban terseret pusaran air di Kali Pesanggrahan, Kota Jakarta Barat. 

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta selaku koordinator misi SAR (SMC) Hendra Sudirman di Jakarta, Rabu, korban terseret aliran kali pada Selasa (15/12) siang pukul 13.30 WIB.

Oleh karena itu, puluhan anggota SAR gabungan dikerahkan untuk mencari keberadaan korban dengan menyusuri aliran kali menggunakan perahu karet.

"Korban saat itu sedang bermain dengan teman-temannya dan ingin berenang di kali tersebut, akhirnya beberapa saat kemudian korban masuk ke dalam kali dan ternyata kali tersebut dalam serta korban tidak mempunyai kemampuan untuk berenang," kata Hendra.

Baca juga: Dua bocah tewas tenggelam di Jakarta Selatan murni kecelakaan

Hendra mengatakan pada saat kejadian, teman-teman korban kemudian berteriak minta tolong dan kemudian didengar oleh ibu korban yang saat itu tidak jauh dari lokasi kejadian.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut juga ingin menolong korban, namun naas korban telanjur menghilang karena tenggelam dan terbawa arus Kali Pesanggrahan.

Menurut Hendra, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari laporan masyarakat pada Selasa (15/12) malam, langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

"Tim penyelamat sudah kami kerahkan sejak Selasa malam dan bergabung bersama unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum juga ditemukan hingga saat ini," kata Hendra.

Baca juga: Berenang di Kali Pesanggrahan, bocah 11 tahun tenggelam

Pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan dengan membagi area pencarian menjadi tiga yakni unit pertama akan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet dengan radius tiga kilo meter dari lokasi kejadian.

Tim kedua akan melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh dua kilo meter dari lokasi kejadian.

"Tim ketiga, apabila kondisi Kali Pesanggrahan memungkinkan akan dilakukan penyelaman dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian," kata Hendra.

Unsur yang terlibat dalam operasi SAR itu antara lain dari dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Kebon Jeruk, Damkar Jakarta Barat, PPSU Kedoya Selatan, Voulenteer Squad Emergency, Panakawan Merah Putih, Potsar Kedoya Raya, Tim Rescue Ambulance Jakarta, Dompet Dhuafa, SAR MTA, dan masyarakat.

Baca juga: Bocah 9 tahun yang tenggelam di Ciliwung telah ditemukan

Hendra berharap cuaca mendukung, sehingga operasi SAR mencari korban dapat berjalan lancar dan keberadaan korban segera ditemukan.

Pewarta: Laily Rahmawaty dan Devi Nindy SR
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar