Jakarta (ANTARA) - Vivo Indonesia menargetkan kapasitas produksi 1 juta unit ponsel pintar per bulan pada 2021.

"Sebenarnya kita memang target kita bagaimana kita mencapai 1 juta unit kapasitas produksi per bulan, ini yang coba kita kejar di tahun depan," kata Brand Director Vivo Smartphone Indonesia, Edy Kusuma dalam acara "Selular Digital Telco Outlook," Rabu.

Baca juga: Ponsel murah sepanjang 2020, harga mulai Rp1 jutaan

Edy juga mengungkapkan Vivo Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi bisnis dan pabrik tahun depan. Saat ini, Vivo Indonesia telah memiliki pabrik sendiri di Cikupa, Tangerang.

Hal itu, menurut dia, dimungkinkan berkat regulasi pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang telah diberlakukan sejak September lalu.

"Dengan adanya regulasi ini, juga akan berdampak positif kita akan bisa nambah karyawan, kita menambah SDM dari lokal, dan juga pajak yang diberikan pemerintah ekspansi bisnis, ekspansi pabrik itu juga akan sangat dikejar di tahun depan," kata Edy.

Kebijakan pengendalian IMEI, yang disahkan pada 15 September 2020, diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kominfo dan didukung seluruh operator telekomunikasi seluler.

Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian IMEI pada perangkat telekomunikasi dilakukan dalam rangka perlindungan konsumen, sekaligus memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi.

Tidak hanya regulasi pengendalian IMEI, menurut Edy, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga mendorong Vivo sebagai produsen smartphone untuk menyeimbangkan tantangan pasar, yaitu bagaimana menghadirkan inovasi produk, di sisi lain juga mengatasi tantangan industri dalam hal keterbatasan infrastruktur teknologi dan juga perangkat.

"Untuk Vivo sendiri sudah berkomitmen dalam menjalankan TKDN ini sejak tahun 2016, sehingga regulasi TKDN di tahun 2017 kami usaha untuk penuhi. Sampai saat ini 6 tahun Vivo Indonesia komitmen TKDN sudah sampai 30 persen capaian tahun ini," ujar Edy.

Sementara itu, pertumbuhan smartphone di Indonesia tahun ini, menurut Edy, mengalami tantangan, terutama pada kuartal pertama dan juga pada kuartal kedua.

Namun, pada 2021, Edy optimistis bisa memberikan kejutan bagi konsumen. "Jadi, kami masih tetap percaya bahwa industri smartphone masih akan berkembang sampai tahun depan," ujar dia.

"Apalagi regulasi IMEI yang dicanangkan sejak 2017 ini dan berlaku tahun ini, mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah hal yang positif bagi kami. Karena sebagai produsen teknologi bisa mendukung pemerintah merupakan bagian dari apa yang akan kami terus konsisten akan lakukan," Edy menambahkan.


Baca juga: vivo Y51 dirilis di harga Rp3,5 jutaan

Baca juga: vivo rajai pasar smarphone Indonesia Q3 2020

Baca juga: Vivo segera luncurkan Y51

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020