Persi DIY minta masyarakat tidak khawatir keamanan vaksin COVID-19

Persi DIY minta masyarakat tidak khawatir keamanan vaksin COVID-19

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. dr. Darwito (tengah). (ANTARA FOTO/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B (K), Onk meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan vaksin COVID-19 yang nantinya akan diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat.

"Ya tidak usah khawatir selama vaksin itu sudah masuk di Indonesia dan punya surat izin edar, berarti sudah di-approve (disetujui) oleh yang berkompeten, yaitu BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan)," kata Darwito saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.

Mantan Direktur Utama RSUP Dr Sardjito ini menegaskan bahwa apabila vaksin telah disetujui oleh BPOM, maka tidak perlu lagi dikhawatirkan dari sisi keamanan.

"Yang namanya di-approve itu ya sudah yang paling baik, yang paling minim efek sampingnya," kata dia.

Sementara itu, dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang memutuskan menggratiskan seluruh vaksin COVID-19, kata dia, hal itu memastikan bahwa tidak ada celah pihak-pihak yang hendak memungut keuntungan dari program vaksinasi itu.

Baca juga: Presiden: Vaksin COVID-19 gratis untuk masyarakat

"Yang ingin mengambil untung vaksin podo kecelik (terkecoh)," kata Darwito.

Mengenai vaksinasi itu, ia mengatakan belum memberikan sosialisasi apapun kepada rumah sakit di DIY karena hingga saat ini belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Baca juga: Pemerintah realokasi anggaran untuk sediakan vaksin COVID-19 gratis

Mengenai adanya salah satu rumah sakit swasta di DIY yang beberapa waktu lalu membuka pendaftaran pemesanan vaksinasi COVID-19 mandiri atau berbayar, Darwito juga mengaku belum menerima laporan itu.

Baca juga: Presiden tegaskan akan jadi penerima pertama vaksinasi COVID-19

"Ya sudah selesai, wong semua ditanggung oleh negara, enggak ada (vaksin) yang dijual. Masyarakat tentu milih yang gratis," kata Darwito.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Vaksinasi gotong royong gunakan vaksin yang berbeda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar