Waspadai hujan lebat dan angin kencang di Sulsel, sebut BMKG

Waspadai hujan lebat dan angin kencang di Sulsel, sebut BMKG

Awan gelap menyelimuti langit kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/11/2020). . ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp. (ANTARA/ABRIAWAN ABHE)

Kita prediksi sampai akhir tahun atau akhir Desember itu curah hujannya cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya di Sulawesi Selatan
Makassar (ANTARA) - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar meminta masyarakat waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan akan terjadi pada pergantian tahun 2020 ke 2021.

"Kita prediksi sampai akhir tahun atau akhir Desember itu curah hujannya cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya di Sulawesi Selatan," kata Kasubid Pelayanan Jasa BMKG Makassar Siswanto di Makassar, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa indikasi fenomena La Nina mulai berlangsung, meski dampak signifikanya belum begitu terasa tetapi peningkatan curah hujan sudah mulai terjadi. Ini bisa membuat akumulasi curah hujan semakin tinggi.

Secara global, kata Siswanto, suplai uap air bergerak dari pasifik timur ke pasifik barat yang mengakibatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama bagian tengah dan timur yang cukup signifikan. Termasuk pada wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, juga dipengaruhi oleh anomali suhu muka laut yang berpotensi penguapan terus bertambah terutama di selat Makassar dan pesisir Makassar bagian Selatan.

"Jadi kondisi perkembangan dinamika atmosfer yang kita amati, mulai akan ada peningkatan curah hujan yang cukup tinggi, ini sudah kita deskripsikan dalam bentuk informasi prakiraan cuaca harian setiap harinya," katanya.

Seperti pada wilayah pesisir Sulawesi Selatan bagian barat yang meliputi Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros dan Kota Makassar diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas lebat.

"Jadi besok berdasarkan model perkiraan akumulasi curah hujan 24 jam, diprediksi hujan lebat akan terjadi di Sulsel, terutama pada Sulsel bagian Barat, khusunya di Kabupaten Barru," katanya.

Sementara BMKG memperkirakan potensi angin kencang juga akan meningkat di bulan Januari sehingga diminta agar pihak terkait responsif lebih dini terhadap dampak fenomena La Nina yang diprediksi akan terjadi, bahkan bisa menimbulkan banjir, demikian Siswanto.

Baca juga: BMKG: La Nina naikkan potensi curah hujan 40 persen

Baca juga: BMKG waspadai potensi hujan lebat di sebagian wilayah Indonesia

Baca juga: Bencana hidrometeorologi berpotensi mengancam sebagian wilayah Sulsel

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG : Fenomena La Nina sebabkan curah hujan lebih tinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar