Artikel

Musim balapan Formula 1 yang aneh dalam retrospeksi

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono

Musim balapan Formula 1 yang aneh dalam retrospeksi

Gambaran umum situasi jelang start Grand Prix Styria, menyusul digelarnya kembali Formula 1 setelah tertunda pandemi di Red Bull Ring, Spielberg, Styria, Austria. (12/7/2020) (Pool via Reuters/Darko Bandic)

Jakarta (ANTARA) - Seharusnya tahun ini para penggila Formula 1 dimanjakan dengan gelaran 22 Grand Prix, rekor terbanyak semusim di kalender, jika saja virus corona tak menjadi wabah global.

Sepuluh tim kompetitor dan rombongan sirkus F1 tiba di Melbourne pada pekan kedua Maret tahun ini hanya untuk mendapati seri pembuka musim tersebut dibatalkan menyusul keputusan McLaren menarik diri dari balapan karena salah satu anggotanya positif COVID-19.

Kemudian lockdown yang diterapkan di berbagai belahan dunia memaksa F1 dan FIA menangguhkan musim balapan namun apapun yang terjadi F1 tetap digelar.

Musim balapan F1 yang dibayangi pandemi telah menyajikan berbagai hal baru dan kejutan, meski Lewis Hamilton dan Mercedes mempertahankan titel mereka.

Kalender balapan dipadatkan menjadi 17 balapan yang digelar dalam kurun lima bulan mulai Juli dengan empat triple-header, tiga balapan beruntun.

Balapan dihelat tanpa penonton untuk pertama kalinya, sedangkan tim beroperasi dalam gelembung sebagai proteksi terhadap COVID-19.
 
CEO Formula One Chase Carey bersama chairman Australian Grand Prix Corporation Paul Little, Race Director Michael Masi dan CEO Australian Grand Prix Corporation Andrew Westacott menghadapi wartawan dalam jumpa pers di Melbourne Grand Prix Circuit, Melbourne, Australia, Jumat (13/3/2020). Laga balap F1 Grand Prix Australia resmi dibatalkan setelah anggota tim McLaren dikonfirmasi positif terjangkit COVID-19. ANTARAFOTO/REUTERS/Tracey Nearmy/foc.


Baca juga: Mereka yang menang dan kalah di Formula 1 musim 2020

Musim ini menyajikan berbagai hal yang lebih dari yang diharapkan; balapan di sirkuit-sirkuit baru, dua pemenang baru dan keajaiban Romain Grosjean lolos dari kecelakaan maut di Bahrain yang membelah mobilnya menjadi dua hingga terbakar hebat.

Hingga seri pemungkas di Abu Dhabi pekan lalu, hanya tiga pebalap yang terjangkit COVID-19, termasuk Hamilton setelah merebut titel ketujuhnya.

Reuters melaporkan sebanyak 80.000 tes PCR dilakukan namun kurang dari 100 orang mendapat hasil positif.

Sebagai gudangnya inovasi teknologi, F1 juga turut andil dalam membantu penanggulangan COVID-19 ketika sejumlah tim mengerahkan insinyur-insinyur mereka untuk mendesain dan memproduksi ribuan ventilator di pabrikan mereka yang menganggur selama vakum balapan untuk disumbangkan ke berbagai rumah sakit awal tahun ini.

Dengan format baru, F1 memutuskan 14 seri awal digelar di sejumlah sirkuit di daratan Eropa sebelum akhirnya mendapat lampu hijau untuk menambah tiga seri di Timur Tengah.

Monako dan Singapura yang menjadi primadona mengundurkan diri tahun ini karena pandemi tak memungkinkan penyelenggara mempersiapkan balapan di sirkuit jalan raya itu.

Vietnam juga gagal melakukan debutnya sementara Italia kebagian jatah menjadi tuan rumah tiga balapan, untuk pertama kalinya dalam sejarah F1.

Sejumlah sirkuit juga menggelar dua balapan beruntun tahun ini.

Baca juga: Mercedes distribusikan alat bantu pernafasan untuk perangi COVID-19

Selanjutnya komitmen ...

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG Ternate catat 1.414 gempa terjadi di Malut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar