Satgas: Pelaku perjalanan agar bertanggung jawab hindari COVID-19

Satgas: Pelaku perjalanan agar bertanggung jawab hindari COVID-19

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 dr. Dewi Nur Aisyah berbicara dalam sebuah konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (2/12/2020). ANTARA/Katriana

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengimbau pelaku perjalanan agar bertanggung jawab untuk menghindari lonjakan COVID-19.

"Pastikan ketika berpergian ini, protokol kesehatan adalah wajib tidak boleh ditinggalkan sama sekali," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah, di Jakarta, Rabu.

Dewi mengatakan setelah libur panjang Oktober 2020, peningkatan kasus COVID-19 paling tinggi terjadi di empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Baca juga: Kepala dinas meninggal karena COVID-19, seluruh OPD Cianjur WFH

Setelah libur panjang itu, angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 DKI Jakarta mengalami kenaikan 13 persen menjadi 73 persen, Jawa Barat mengalami kenaikan 20 persen menjadi 75 persen, Jawa Tengah mengalami kenaikan 14 persen menjadi 77 persen, Jawa Timur mengalami kenaikan 24 persen menjadi 63 persen.

Dewi menuturkan sepanjang perjalanan, perlu melakukan tindakan preventif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain seperti menggunakan masker dengan benar selama perjalanan terutama jika menggunakan transportasi umum.

Satgas juga mengimbau warga untuk menunda atau membatalkan perjalanan jika sakit, merupakan suspek atau positif COVID-19, berada di sekitar seseorang yang suspek atau positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir, dan sedang menunggu hasil tes COVID-19.

Satgas juga mengimbau untuk menghindari bepergian ke tempat dengan kasus COVID-19 yang masih tinggi dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.

Dewi menuturkan merayakan malam tahun baru dengan kerumunan berisiko terhadap penularan COVID-19.

Perayaan biasa diadakan di dalam ruangan sehingga memiliki jarak dan sirkulasi yang terbatas. Ada kemungkinan bahaya orang yang terlihat sehat namun bisa menjadi sumber penularan.

Baca juga: Dokter berikan tips liburan aman COVID-19: "Cashless"

Dewi menuturkan ada juga risiko ketika mengunjungi keluarga lanjut usia karena kerentanan kakek nenek terhadap virus penyebab COVID-19.

Perjalanan meningkatkan risiko penularan COVID-19 karena bandara, stasiun bus, stasiun kereta api, dan tempat peristirahatan adalah tempat-tempat yang dapat menyebabkan para pelaku perjalanan terpapar virus. Tempat-tempat itu juga merupakan tempat yang sulit untuk menjaga jarak.

Dia mengatakan perlu menghindari ibadah dengan jemaat yang ramai karena harus memperhatikan kapasitas ruangan dan ventilasi tempat dilaksanakannya ibadah selama perjalanan.

Baca juga: Antisipasi liburan, Anggota DPR minta satgas persiapkan posko COVID-19
Baca juga: Satgas : Liburan akhir tahun bisa tambah 2-3 kali kasus baru COVID-19


 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masyarakat harus berperan akhiri pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar