Rektor UI: Percepatan digitalisasi penting di tengah pandemi

Rektor UI: Percepatan digitalisasi penting di tengah pandemi

Tangkapan layar Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro dalam seminar daring bertema "Percepatan Digitalisasi Indonesia dengan Smart Utility Berbasis Konektivitas yang Murah dan Andal" yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) di Jakarta, Kamis (17/12/2020). ANTARA/Zubi Mahrofi.

Digitalisasi akan terus berkembang dan dibutuhkan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menilai bahwa percepatan digitalisasi menjadi semakin penting di tengah pandemi COVID-19.

"Peranan digitalisasi makin terasa di tengah pandemi COVID-19 ini, dimana masyarakat dituntut untuk dapat beraktivitas dari rumah," ujar Ari dalam seminar daring bertema "Percepatan Digitalisasi Indonesia dengan Smart Utility Berbasis Konektivitas yang Murah dan Andal" yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Erick Thohir: Digitalisasi kunci untuk hadapi musuh pandemi

Digitalisasi, lanjut dia, akan terus berkembang dan dibutuhkan masyarakat. Salah satu bentuk digitalisasi adalah smart utility yang dapat memberikan pengalaman dan kualitas pada tingkat yang berbeda.

Agar smart utility bermanfaat bagi masyarakat, ia mengatakannya, maka dibutuhkan kerja sama link and match semua pihak.

"Bicara smart utility maka kita bicara penerapan internet of thing (IoT)," ucapnya.

Menurut dia, IoT dapat membuka banyak peluang bagi penggunanya, bagi industri dan berdampak besar pada pergerakan ekonomi.

Dalam kesempatan sama, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk  Redy Ferryanto mengatakan pihaknya telah melakukan peningkatan efisiensi operasional penggunaan gas bumi dengan memanfaatkan smart utility.

Ia menyampaikan, PGN akan mengoptimalkan dan mempercepat pertumbuhan bisnis gas alam, industri, manufaktur pembangkit listrik, jaringan gas kota untuk Indonesia dengan berbagai sumber gas alam, baik di dalam dan luar negeri.

"Dengan kompleksnya infrastruktur yang kami tangani, jelas kami tidak bisa melayani pelanggan dengan sederhana, kami mengelola dengan smart digital yang jadi keharusan dengan efisiensi dan realtime," katanya.

Redy mengatakan bentuk transformasi yang dilakukan PGN dalam digitalisasi menyasar pada dua aspek yakni teknologi operasi dan teknologi informasi yang seluruhnya menggunakan smart sistem.

"Operasi PGN didukung berbagai teknologi informasi yang dianggap canggih dan andal untuk memastikan gas yang disalurkan terjaga kontinuitas kuantitas dan kualitasnya," katanya.

Baca juga: Wapres dorong digitalisasi ekonomi-keuangan syariah
Baca juga: PGN kejar pembangunan jargas APBN 2020

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI inisiasi pembentukan 25 TP2DD di Sulsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar